Terkini
Memuat berita terbaru...

Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Generasi Muda SMAN 3 Ponorogo Tampil Enerjik Pukau Penonton Ponorogo Creative Festival Lewat Tari Sang Assaka

Seputar Ponorogo
Sabtu, 08 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-08T10:22:52Z
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Tari Sang Assaka persembahan dari siswa-siswi SMAN 3 Ponorogo

PONOROGO - Panggung megah Ponorogo Creative Festival (PCF) yang digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi saksi bisu kemegahan dan pesona seni budaya lokal yang dibawakan oleh generasi muda. Di antara riuhnya suasana festival tahunan tersebut, penampilan dari kontingen SMAN 3 Ponorogo berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi salah satu sajian paling spektakuler. Melalui garapan seni tari yang sarat akan makna filosofis dan energi positif, para pelajar ini sukses membius ratusan pasang mata pengunjung yang memadati area pertunjukan hingga memicu tepuk tangan meriah yang bergemuruh sepanjang penampilan.

Dalam gelaran PCF 2026 ini, SMAN 3 Ponorogo membawakan sebuah karya seni pertunjukan bernuansa gagah namun tetap anggun bertajuk Tari Sang Assaka. Tarian ini mengusung kisah dan filosofi mendalam tentang sosok prajurit berkuda wanita yang memiliki karakter lincah, tangkas, serta pantang menyerah. Melalui olah gerak yang dinamis dan ekspresif, karya ini menggambarkan ketangguhan serta keberanian perempuan dalam menghadapi berbagai rintangan kehidupan, sekaligus memancarkan keindahan harmoni gerak tubuh yang begitu memikat.
Penonton yang hadir dalam Ponorogo Creative Festival 2026 memberi aplaus

Karakter prajurit tangguh tersebut dibawakan secara apik dan emosional oleh lima orang penari berbakat dari SMAN 3 Ponorogo. Meskipun hanya beranggotakan lima personel di atas panggung besar, keharmonisan, kekompakan, dan pancaran aura dari para penari mampu menghidupkan suasana dan menggetarkan panggung festival. Decak kagum penonton tak terelakkan; riak tepuk tangan membahana berkali-kali mengiringi setiap lekuk gerak yang tegas dan ritme musik tradisi yang membakar semangat.

Keberhasilan penampilan yang memukau ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh serta dorongan moral dari pihak sekolah. Kepala SMAN 3 Ponorogo, Suratno, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian para siswanya. Beliau menegaskan bahwa penampilan maksimal tim tari sekolahnya merupakan buah manis dari latihan yang intensif, ketekunan, semangat bertanding yang tinggi, serta bimbingan telaten dari para guru pembina yang bersinergi dengan kemandirian anak-anak. 
Penari SMAN 3 Ponorogo tampil menawan dalam foto bersama

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa seni tari merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jawa yang harus terus dijaga oleh generasi muda. Bagi pihak sekolah, ajang kompetisi di festival ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan wadah nyata dalam merawat dan melestarikan warisan leluhur.

Sejalan dengan hal tersebut, guru pembina seni SMAN 3 Ponorogo, Aprilia Priastuti, S.Pd., mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka dalam ajang kreasi ini berawal dari motivasi yang kuat untuk menjaga kelestarian seni tradisi di tengah gempuran zaman. 

Menurutnya, Tari Sang Assaka tidak hanya dirancang untuk memiliki nilai estetika dan keindahan visual yang tinggi, tetapi juga membawa pesan moral mendalam tentang keberanian, keteguhan sikap, dan kemandirian yang ingin disampaikan secara langsung kepada para penonton serta masyarakat luas.
Foto para penari bersama guru pembina tari SMAN 3 Ponorogo

Di balik penampilan yang tampak sempurna dan tanpa cela di panggung utama, rupanya tersimpan cerita perjuangan dan dedikasi luar biasa dari seluruh tim yang terlibat. Persiapan yang tergolong sangat singkat tidak menyurutkan langkah mereka. Proses latihan intensif tersebut diketahui hanya dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu. Namun, berkat ketekunan, kedisiplinan, serta fokus yang tinggi dari para penari dan pembimbing, keterbatasan waktu justru menjadi bahan bakar utama untuk membuktikan kualitas terbaik mereka di hadapan publik.

Melalui keikutsertaan dan sukses besarnya penampilan Tari Sang Assaka ini, keluarga besar SMAN 3 Ponorogo menyampaikan harapan besar bagi masa depan seni dan budaya di daerah. Mereka berharap di tahun-tahun mendatang gelaran Ponorogo Creative Festival dapat terus hadir secara berkelanjutan dengan kemasan yang jauh lebih spektakuler dan menginspirasi.

 Lebih dari sekadar ajang pertunjukan seni, gelaran seperti PCF ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi seluruh generasi muda agar semakin mencintai, bangga, dan aktif melestarikan kekayaan budaya serta kesenian Nusantara di tengah derasnya arus modernisasi.

Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar Pembaca
Komentar menjadi tanggung jawab masing-masing pengirim. Gunakan bahasa yang santun dan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Generasi Muda SMAN 3 Ponorogo Tampil Enerjik Pukau Penonton Ponorogo Creative Festival Lewat Tari Sang Assaka
  • Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini