Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Derdah Lodaya Karya SMKN 1 Jenangan: Sajian Tari Atraktif Pembentuk Karakter Pemuda di Event Ponorogo Creative Festival

Seputar Ponorogo
Sabtu, 08 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-08T09:59:19Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita menyerahkan penghargaan kepada SMKN 1 Jenangan yang diterimakan langsung kepala sekolah

PONOROGO - Gelaran Ponorogo Creative Festival yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi saksi bisu kebolehan dan daya pikat para siswa SMKN 1 Jenangan. Bertempat di panggung terbuka depan patung macan Alun-Alun Ponorogo, ekstrakurikuler seni tari Niken Gandini menyuguhkan penampilan yang begitu atraktif, energik, dan spektakuler. Riuh tepuk tangan warga serta penikmat seni menyatu saat irama musik gabungan tradisi dan modern mulai menghentak area pertunjukan, menandai kehadiran karya seni tari yang beda dari biasanya.
Persembahan dari siswa-siswi SMKN 1 Jenangan di acara Ponorogo Creative Festival 2026

​Penampilan gemilang ini lahir dari semangat besar sekolah untuk terus menghidupkan seni tradisi di kalangan pelajar. Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayani, S.Pd., M.Pd., melalui Guru Pembina, Jona Tanama Pramudita, S.Sn., mengungkapkan bahwa motivasi utama membawa para siswa ke panggung festival ini adalah demi melestarikan kesenian tradisi melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Pihak sekolah ingin membuktikan secara nyata bahwa seni tradisional tidaklah stagnan atau terkesan kuno, melainkan mampu dikemas secara adaptif tanpa sedikit pun kehilangan ruh dan jiwanya. Lebih dari sekadar hiburan visual, panggung seni pertunjukan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai wadah pembentukan karakter, pengasahan kedisiplinan, serta penyaluran bakat seni para siswa secara positif.
Penuh totalitas group tari SMKN 1 Jenangan saat tampil di depan Patung Macan Alun-Alun Ponorogo

​Karya megah yang dibawakan pada kesempatan tersebut diberi judul “Derdah Lodaya”. Tarian ini menyajikan kisah mendalam mengenai proses metamorfosis fisik dan spiritual sesosok insan di tengah kerasnya rimba Lodaya yang penuh ujian dan tantangan. Filosofi di balik gerakannya mengajarkan sebuah pesan moral yang kuat: bahwa terpaan ujian hidup dan gemblengan batin merupakan proses wajib yang harus dilalui seseorang untuk mencapai puncak kedewasaan dan menjadi seorang pemimpin sejati. Proses penderitaan dan penempaan karakter tersebut disimbolkan secara apik melalui wujud kepemimpinan Sang Prabu Singo Barong.
Kompak dan solid group tari SMKN 1 Jenangan di acara PCF tahun 2026

​Untuk membawakan makna yang begitu mendalam, sebanyak 13 penari putra bertalenta tampil penuh energi dan dedikasi di atas panggung. Mereka adalah Natanael Celva, Satria Adam, Yudhistira Hernanda, Bima Setya, Saptya Gamang, Andi Surya, Origa Damar, Kelvin Muhammad, Rizky Nauval, Sahrul Havis, Fahmi Syafa, Muh Avif, dan Bernado Satria. Keharmonisan gerak, kekompakan, dan ekspresi gahar nan tangguh dari ketiga belas pemuda ini berhasil menyihir para penonton yang memadati kawasan Alun-Alun Ponorogo dari awal hingga akhir pertunjukan.

​Di balik aksi panggung yang memukau tersebut, terdapat proses persiapan matang yang dilakukan melalui latihan rutin nan dinamis. Jona Tanama, S.Sn., bertindak sebagai Guru Pembina yang mengarahkan proses kreatif bersama koreografer berbakat, Nanda Ardiyanto, S.Pd. Mengingat karya “Derdah Lodaya” ini terus berkembang dan berevolusi dari satu ajang ke ajang lainnya, fokus utama latihan berada pada penyempurnaan teknik gerak para penari. Keunikan utama dari tarian ini terletak pada keberanian dalam memadukan motif gerak tradisi dengan sentuhan pop dance. Konsep penataan aransemen musiknya pun sangat segar, mengawinkan basis midi orkestra tradisional dengan ketukan beat hip-hop serta sentuhan gamelan khas reog Ponorogo yang magis dan berwibawa.
Foto bersama kru tari SMKN 1 Jenangan dengan guru pendamping

​Lewat keberhasilan penampilan ini, pihak SMKN 1 Jenangan menaruh harapan besar bagi masa depan seni pertunjukan di kalangan remaja. Karya ini diharapkan mampu memantik kembali rasa bangga generasi muda terhadap kekayaan budaya Nusantara. Di samping itu, penampilan spektakuler ini menjadi bukti nyata bahwa SMKN 1 Jenangan—khususnya melalui ekstrakurikuler Niken Gandini—merupakan ruang inkubasi yang nyata dan efektif bagi lahirnya pemuda-pemuda berkarakter kuat, kreatif, dan berprestasi di kancah seni pertunjukan daerah maupun nasional.

Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini