![]() |
| Persembahan tari dari siswa-siswi SMAN 1 Babadan di acara Ponorogo Creative Festival |
PONOROGO - Deretan langkah kaki yang teratur dan riuhnya alunan musik tradisional berpadu sempurna di area depan Patung Macan Alun-Alun Ponorogo pada Jumat, 7 Juni 2026. Dalam kemegahan ajang Ponorogo Creative Festival (PCF), deretan siswa-siswi SMAN 1 Babadan sukses menghipnotis para penonton yang memadati lokasi pementasan Festival Tari Kreasi Pelajar. Berbekal kombinasi gerak yang elok dan pengolahan panggung yang matang, sajian seni tersebut memancarkan nuansa yang sangat estetik sekaligus elegan, menjadikannya salah satu penampilan yang paling menyedot perhatian.
Pementasan istimewa ini membawakan karya tari bertajuk *Mubeng Gumbeng*. Karya ini lahir dari kedalaman tradisi lokal yang terinspirasi oleh ritual bersih desa serta kesenian Gong Gumbeng yang berasal dari Dukuh Banyuripan, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit. Tidak hanya sekadar tarian visual, *Mubeng Gumbeng* menyatukan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong-royong, kebersamaan, dan kesederhanaan. Istilah *mubeng*—atau gerakan berputar—menjadi simbol refleksi mendalam dari perjuangan masyarakat setempat dalam menjaga kesenian tradisi serta kelestarian lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga harmoni.
![]() |
| Memukau dan mendapat banyak aplaus dari penonton tari persembahan SMAN 1 Babadan |
Di panggung festival kali ini, SMAN 1 Babadan menampilkan komposisi yang seimbang dengan menerjunkan 10 penari berbakat, terdiri dari lima penari putra dan lima penari putri. Gerakan gemulai dan tegas para penari kian terasa hidup berkat eksplorasi properti tari berupa bambu, dipadukan dengan keselarasan tata rias serta kostum khas yang memperkuat atmosfer magis pertunjukan.
![]() |
| Kompak penari-penari SMAN 1 Babadan si acara Ponorogo Creative Festival 2026 |
Kehadiran para penari muda ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Babadan, Drs. Muh. Aslam Ashuri, M.M., melalui Pembina dan Pelatih Ekstrakurikuler Tari, Mugirahayu, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa keikutsertaan para siswa dalam ajang ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan. Seluruh penari yang tampil merupakan anggota aktif ekstrakurikuler tari sekolah. Motivasi utama keikutsertaan mereka adalah untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri saat tampil di muka publik, sekaligus memamerkan hasil penguasaan materi yang telah dipelajari selama menimba ilmu di ekstrakurikuler.
![]() |
| Foto bersama para penari SMAN 1 Babadan |
Dibalik kesuksesan yang terlihat anggun di panggung, terdapat proses panjang yang dilalui oleh para siswa bersama sang pelatih, Fahmida Yuga Pangestika, M.Pd. Persiapan yang dilakukan mencakup latihan rutin yang intensif, pendalaman pemahaman gerak, penguasaan pola lantai, hingga penyesuaian penggunaan properti bambu dan detail tata rias busana jelang hari pementasan.
Melalui momentum panggung Ponorogo Creative Festival ini, manajemen sekolah berharap wadah ekstrakurikuler tari SMAN 1 Babadan dapat tumbuh semakin aktif, kreatif, dan berprestasi. Selain memupuk rasa percaya diri generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa, partisipasi ini juga diharapkan terus membawa nama harum SMAN 1 Babadan agar semakin jaya dan berdaya saing tinggi.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo




