![]() |
| Sesmenko Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, SE. MT memberi sambutan |
PONOROGO - Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti halaman SMA Negeri 1 Ponorogo (SMAZA) pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Lembaga pendidikan terkemuka di Bumi Reog ini resmi menggelar upacara bendera sekaligus Deklarasi Sekolah Berintegritas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66. Mengusung tema "Menanam Integritas, Menuai Makna, Mengukir Prestasi", momentum peringatan ulang tahun kali ini menjadi tonggak penting dalam meneguhkan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus melahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral serta karakter yang kokoh.
Perhelatan bergengsi tersebut dihadiri oleh sederet pejabat penting, tokoh alumni nasional, jajaran Forkopimcam, serta jajaran komite sekolah. Tampak hadir secara langsung Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., yang juga merupakan alumni kebanggaan SMAZA. Selain itu, jajaran undangan di bangku kehormatan di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Ponorogo, Bambang Suhendro, S.T., M.M.; Kepala Dinas Dukcapil Ponorogo, Dewi Wuri Handayani, S.Sos.; Danramil Siman, M. Fahrodji; Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, S.H.; Ketua PMI Ponorogo, Drs. H. Luhur Karsanto, M.Si.; perwakilan BNN Kabupaten Trenggalek, Hayu Windia Rina, A.Md.; Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Ita Marantika, S.TP., M.Pd.; Presidium IKASEMAZA, Ir. Sunarti Aningsih, M.M.; Kepala Puskesmas Ronowijayan, drg. Anita Permatasari; Ketua Harian KONI sekaligus Ketua PPLP-PT PGRI Ponorogo, Dr. H. Sumani, M.Pd.; serta jajaran Komite Sekolah seperti Drs. Joko Waskito, M.Si., Drs. Chairul Fatta, Ndaru Setiawan, dan Romdani Deky Nartantri, S.T., IAI.
![]() |
| Deklatasi Sekolah Berintegrasi SMAN 1 Ponorogo bersama tokoh lokal, dan nasional |
Dalam sambutannya yang begitu mendalam dan penuh apresiasi, Kepala SMAN 1 Ponorogo, Supardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Sekretaris Menko Perekonomian beserta seluruh alumni lintas generasi yang berkenan meluangkan waktu hadir langsung di almamater tercinta.
Supardi mengungkapkan rasa bangganya karena SMAN 1 Ponorogo berhasil menjadi salah satu dari 40 sekolah terpilih di Provinsi Jawa Timur yang dipercaya dan ditunjuk secara resmi untuk menjadi percontohan Sekolah Berintegritas. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban bersama. Melalui perjuangan panjang para pendiri yang digambarkan sebagai "pendiri bintang", Supardi mengajak seluruh warga sekolah untuk terus memelihara dan mengembangkan benih-benih kebaikan tersebut agar tumbuh menjadi karya terbaik bagi bangsa.
![]() |
| Foto bersama para tamu undangan dengan para guru SMAN 1 Ponorogo |
Lebih lanjut, Supardi merumuskan tiga pilar utama pembangunan sekolah ke depan yang saling melengkapi, yaitu mewujudkan sekolah yang berintegritas, berkarakter, dan berprestasi. Menurutnya, urutan ini sangat penting karena integritas dan karakter mendasari prestasi yang akan diukir oleh para siswa di masa depan. Ia menyoroti bahwa di era modern saat ini, tata kelola pendidikan tidak bisa lagi berjalan secara terisolasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan perpaduan yang kuat, baik antar warga sekolah maupun kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders) di Kabupaten Ponorogo hingga tingkat kementerian di pusat.
Supardi berkomitmen bahwa SMAN 1 Ponorogo akan terus membina, merawat, dan membuka ruang kerja sama seluas-luasnya demi kemajuan sekolah. Ia menutup amanatnya dengan memanjatkan doa tulus bagi para tokoh dan pendiri almamater serta memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara puncak peringatan tersebut.
![]() |
| Upacara apel memperingati HUT SMAN 1 Ke-66 sekaligus deklarasi sekolah berintegrasi |
Senada dengan hal itu, Sekretaris Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., menyampaikan pidato pengarahan yang luas, inspiratif, dan penuh dengan kehangatan nostalgia. Sebagai alumni yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut pada kurun waktu 1985 hingga 1988, Susiwijono mengenang kembali pengalaman berharga 40 tahun lalu saat duduk di bangku SMAZA.
Ia mengingatkan bahwa sepanjang sejarah perjalanan Kabupaten Ponorogo, SMAN 1 Ponorogo telah terbukti secara konsisten melahirkan banyak tokoh-tokoh besar dan strategis yang kini tersebar di berbagai instansi pemerintah pusat, kementerian, BUMN, hingga sektor swasta.
Ia menceritakan bagaimana alumni di Jakarta secara rutin berkumpul dan berdiskusi mencari cara terbaik untuk memberikan sumbangsih nyata bagi almamater dan daerah asal mereka. Dalam obrolannya bersama pihak komite sekolah, Susiwijono menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali ikatan alumni dan merekatkan kembali sinergi antara IKASMAZA, komite, dan jajaran pimpinan Pemkab Ponorogo. Ia menilai potensi yang dimiliki alumni SMAZA luar biasa besar dan tidak kalah dari sekolah-sekolah unggulan nasional lainnya.
Namun, ia juga menyadari tantangan zaman sekarang yang makin kompleks; niat baik saja sering kali belum cukup dan berisiko jika tidak dikelola dengan koordinasi yang matang dan akuntabel. Lebih jauh, Susiwijono menyoroti lanskap peradaban lima tahun ke depan yang akan berubah drastis akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi, Artificial Intelligence (AI), dan infrastruktur digital.
![]() |
| Foto bersama penuh keakraban dan komitmen untuk mendorong kemajuan SMAN 1 Ponorogo |
Dalam pertemuannya dengan pimpinan daerah, ia bahkan mendorong pengembangan Ponorogo menuju konsep kota digital, dan SMAN 1 Ponorogo harus menjadi pionir di dalamnya. Menurut Susiwijono, capaian nilai akademik atau angka semata kini tidak lagi cukup untuk menjamin keberhasilan masa depan anak-anak. Hal yang jauh lebih mendasar dan krusial adalah pembentukan karakter yang kuat, kepribadian yang matang, serta prinsip integritas yang tak tergoyahkan untuk sanggup bersaing dalam skala global. Ia menekankan bahwa jejaring alumni siap hadir melengkapi pendidikan formal sekolah untuk membekali para siswa menatap tantangan masa depan.
Susiwijono menutup pidatonya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen pembentukan karakter di SMAN 1 Ponorogo dan memungkas suasana dengan bait pantun jenaka yang menyegarkan.
Puncak peringatan HUT ke-66 SMAN 1 Ponorogo ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan semarak yang telah dirancang secara sistematis dan sarat makna. Rangkaian acara dimulai pada 30 Juli 2026 dengan digelarnya Seleksi Siswa Berintegritas, dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan Khataman Al-Qur'an pada 31 Juli 2026. Setelah pelaksanaan upacara dan deklarasi pada 1 Agustus 2026, kegiatan berlanjut pada 5 Agustus 2026 melalui aksi kepedulian sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Rangkaian perayaan HUT SMAZA ke-66 ini nantinya akan ditutup secara meriah pada 6 Agustus 2026 dengan berbagai perlombaan antarsiswa serta acara jalan santai bersama seluruh keluarga besar sekolah.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo





