Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Totalitas SMKN 2 Ponorogo Hidupkan Tokoh Raja Rakai Wijaya, Pukau Puluhan Ribu Penonton di Pawai Lintas Sejarah Grebeg Suro 2026

Seputar Ponorogo
Selasa, 16 Juni 2026
Last Updated 2026-06-17T23:18:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp

Raja Rakai Wijaya bersama permaisuri diperankan oleh siswa-siswi SMKN 2 Ponorogo

PONOROGO - Gelaran Pawai Lintas Sejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo kembali menyedot perhatian massa secara masif. Di antara puluhan kontingen yang memadati rute kirab, penampilan dari SMKN 2 Ponorogo berhasil mencuri perhatian dan menjadi salah satu magnet utama bagi puluhan ribu pasang mata yang memadati jalur protokol sejak siang hari.Senin, 15 Juni 2026.

Gagah dan berwibawanya Raja Rakai Wijaya sukses diperankan oleh siswa-siswi SMKN 2 Ponorogo

Sekolah vokasi ini tampil total dengan memboyong konsep kemegahan kerajaan Nusantara. Mereka menghadirkan sosok Raja Rakai Wijaya yang digambarkan begitu berwibawa, lengkap dengan busana kebesaran yang detail dan megah. Tak sendirian, sang raja didampingi oleh ratu, barisan prajurit yang gagah, serta dayang-dayang keraton yang anggun. Keserasian ini kian disempurnakan oleh kehadiran sebuah mobil hias berdesain artistik yang mengusung dekorasi naga raksasa, merepresentasikan tokoh legendaris Baru Klinting yang melambangkan kekuatan dan ketangguhan.

Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nur Muhammad Taufik, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan untuk memerankan tokoh penting dalam sejarah tersebut. Pihak sekolah secara khusus mengutus dua pelajar terbaik dari kelas X untuk mengemban peran sakral ini, di mana posisi Ratu diperankan oleh siswi dari jurusan Perhotelan, sedangkan posisi Raja diperankan oleh siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Raja Rakai Wijaya dan permaisuri menjadi perhatian tersendiri di Kirab Budaya 2026

Pemilihan tokoh Raja Rakai Wijaya ini bukan sekadar urusan estetika panggung, melainkan ada pesan moral mendalam yang ingin disampaikan kepada generasi muda. Menurut Nur Muhammad Taufik, sosok Rakai Wijaya diteladani sebagai pemimpin yang memiliki sifat bersahaja namun mampu memberikan dampak nyata dan kemanfaatan yang luas bagi masyarakatnya. Nilai kesederhanaan dan pengabdian inilah yang selaras dengan misi utama sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa, di mana etika dan moralitas diletakkan di atas pencapaian akademik semata. Melalui keterlibatan langsung dalam seni budaya, para siswa diharapkan dapat meresapi nilai-nilai positif tersebut dan menumbuhkan rasa cinta yang lebih mendalam terhadap kearifan lokal Ponorogo.

Foto bersama sebelum kirab budaya dimulai

Sepanjang perjalanan kirab, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Langkah penuh percaya diri dari para peserta SMKN 2 Ponorogo disambut riuh oleh penonton yang berjejal di tepi jalan. Banyak dari warga yang tidak ingin kehilangan momen tersebut dan langsung mengabadikan kemegahan visual itu menggunakan kamera ponsel mereka, terpukau oleh totalitas dan konsep matang yang disuguhkan oleh para pelajar.

Pawai Lintas Sejarah sendiri merupakan tradisi tahunan warga Ponorogo sebagai bentuk napak tilas untuk memperingati perpindahan pusat pemerintahan kabupaten setempat. Pada tahun 2026 ini, atmosfer kemeriahan tidak berkurang sedikit pun, justru kian semarak dengan kehadiran lautan manusia di sepanjang rute. Keterlibatan aktif SMKN 2 Ponorogo dalam agenda budaya berskala besar ini menjadi bukti nyata atas komitmen dunia pendidikan dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman


Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini