Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Akulturasi Epik Reog Santri, Identitas Spiritual UIN Ponorogo Pukau Panggung Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI

Seputar Ponorogo
Minggu, 14 Juni 2026
Last Updated 2026-06-13T23:00:02Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Reog Santri mahasiswa UIN Kyai Ageng Muhammad Besar tampil dengan warna beda di FNRP Grebeg Suro 2026

PONOROGO - Gemuruh kendang dan selompret yang menggema di Alun-Alun Ponorogo pada Jumat malam (11/06/2026) terasa berbeda. Di bawah sorot lampu panggung Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berhasil menyuguhkan sebuah mahakarya yang tidak sekadar mengandalkan ketangkasan fisik, melainkan kedalaman makna spiritual. Melalui payung kesenian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSRM Watoe Dakon, mereka mempersembahkan konsep visioner bernama "Reog Santri"—sebuah manifesto seni di mana warisan adiluhur leluhur bersanding mesra dengan nafas syiar Islam.

Meskipun tampil dini hari tak menyurutkan langkah semua personil untuk menampilkan yang terbaik secara totalitas dan atraktif demi mengharumkan nama kampus tercinta. 
Reog Santri UIN Ponorogo ikut melestarikan tradisi Reog di Grebeg Suro

Langkah berani ini menjadi pembuktian nyata bahwa pakem budaya tradisional tidak harus kaku, melainkan bisa menjadi media dakwah yang cair dan menyentuh hati. Alih-alih menghilangkan esensi magis dan gagahnya Reog Ponorogo, Watoe Dakon justru memperkayanya dengan menyisipkan tradisi nadhoman (pujian puji-pujian Islami) di penghujung pertunjukan. Sentuhan religius ini seketika mengubah atmosfer alun-alun menjadi syahdu, memberikan pesan moral mendalam tanpa kehilangan daya pikat estetika seni pertunjukan modern.
Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. HJ. Evi Muafiah, M.Ag hadir saat penampilan Reog Santri UIN Ponorogo

Hadir langsung di tengah ribuan pasang mata, Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para mahasiswa. Menurutnya, performa yang disajikan malam itu bukan sekadar urusan menang atau kalah dalam festival, melainkan proses pendewasaan karakter bagi para generasi muda Islam.

Prof. Evi menegaskan bahwa UIN Ponorogo memikul tanggung jawab besar pasca-transformasinya dari status institut (IAIN). Kampus ini berkomitmen menjadi kawah candradimuka yang menyeimbangkan antara pilar keimanan, keislaman, dan kebudayaan lokal. Penampilan Reog Santri ini menjadi simbol konkret dari visi pendidikan tersebut. Beliau berharap momentum ini mampu melahirkan soliditas yang lebih kuat di kalangan mahasiswa, sekaligus menjadi pemicu untuk terus berkarya dan menebar kemaslahatan dengan cara-cara yang lebih bersahabat dan humanis.
Tarian warok sukses dimainkan oleh para mahasiswa di atas panggung FNRP 2026

Di balik kemegahan durasi pertunjukan yang memukau penonton tersebut, ada keringat dan disiplin tinggi yang diinvestasikan selama berbulan-bulan. Pembina UKM PSRM Watoe Dakon, Mohamad Elvin Mukafi, membeberkan bahwa persiapan matang ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Tidak kurang dari 100 personel dikerahkan secara total, mulai dari pengrawit dan wirosuoro yang menjaga tempo magis musik, ketangkasan para penari jathil, kegagahan barisan warok, kelincahan bujang ganong, hingga kekuatan para pembarong yang menopang dadak merak, disokong penuh oleh tim ofisial yang solid.

Konsep Reog Santri yang diusung ini sejatinya adalah ikhtiar kultural untuk meruntuhkan stigma bahwa agama dan budaya lokal saling bertolak belakang. Melalui harmonisasi ini, UIN Ponorogo ingin mengirimkan pesan kuat kepada generasi Z dan milenial bahwa mencintai akar budaya bangsa bisa berjalan beriringan dengan penguatan akhlak mulia dan nilai spiritual. Pertunjukan malam itu sukses membuktikan bahwa seni tradisional bisa bertransformasi menjadi mimbar dakwah yang megah, inklusif, dan menggetarkan.


Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini