Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Marching Band Gita Surya Nada SMA Muhipo Hipnotis Ribuan Pasang Mata di Kirab Budaya Grebeg Suro Ponorogo

Seputar Ponorogo
Selasa, 16 Juni 2026
Last Updated 2026-06-16T16:12:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Parade drumband Gita Suara Nada dari SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo

PONOROGO - Lautan manusia memadati sepanjang rute jalanan protokol Kabupaten Ponorogo pada Senin siang, 15 Juni 2026. Mulai dari Jalan Batoro Katong, melintasi Jalan KH. Ahmad Dahlan, menyusuri Jalan HOS Cokroaminoto, hingga berbelok ke Jalan Jenderal Sudirman, atmosfer kemeriahan begitu terasa. Gemuruh perkusi, tiupan terompet yang harmonis, dan koreografi bendera yang dinamis berhasil memukau warga yang menanti hingga titik finish di Aloon-Aloon Ponorogo. 

Sorotan utama hari itu tertuju pada penampilan memikat dari grup marching band kebanggaan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), Gita Surya Nada, yang turun memeriahkan gelaran akbar Kirab Budaya dan Pawai Lintas Sejarah Grebeg Suro 2026.
Pernak-pernik parade drumband SMA Muhipo memeriahkan Kirab Budaya Lintas Sejarah tahun 2026 

Ditemui di sela-sela riuhnya acara, Sugeng Riadi S. Pd Kepala SMA Muhipo melalui Didik S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Guru Pendamping Marching Band Gita Surya Nada, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. Ia menyampaikan bahwa momentum Grebeg Suro selalu menjadi panggung yang dinanti-nanti oleh keluarga besar SMA Muhipo setiap tahunnya.

 Keikutsertaan ini bukan sekadar rutinitas tampil, melainkan memiliki dua misi besar: memeriahkan pesta budaya tahunan bumi reog dan menjadi sarana syiar strategis untuk mengenalkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kepada masyarakat luas, khususnya para lulusan SMP yang menyaksikan secara langsung maupun yang nantinya melihat dokumentasi penampilan tersebut di berbagai platform media sosial.
Memukau dan mencuri perhatian penonton permainan dari Gita Surya Nada

Pada kirab budaya kali ini, Gita Surya Nada menerjunkan formasi berkekuatan 42 personil berbakat yang didampingi oleh 10 official dan guru pendamping. Menariknya, di balik penampilan yang tampak matang dan padu tersebut, persiapan intensif yang dilakukan ternyata hanya memakan waktu empat kali latihan. Hal ini bisa terwujud karena drumband merupakan ekstrakurikuler rutin yang wajib digelar setiap hari Rabu di sekolah, sehingga para siswa hanya perlu mematangkan formasi berjalan (display) serta menyelaraskan transisi antar-lagu. 

Sebanyak lima repertoar lagu andalan disajikan sepanjang rute kirab, membuktikan loyalitas tanpa batas dan komitmen SMA Muhipo dalam menyuguhkan hiburan berkelas yang selalu dinanti-nanti oleh masyarakat Ponorogo, mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Kepala SMA Muhipo, Sugeng Riadi

Pembatasan jumlah personil yang hanya 42 anak pada siang hari itu bukannya tanpa alasan. Pihak sekolah sengaja membagi kekuatan karena pada malam harinya, kelompok Taruna dari SMA Muhipo juga dijadwalkan tampil dalam upacara penutupan Grebeg Suro dengan formasi yang jauh lebih besar, yakni lebih dari 50 personil. Manajemen pembagian tugas ini menunjukkan betapa melimpahnya potensi bakat yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Melalui dua penampilan besar dalam sehari ini, pihak sekolah berharap dampak syiar PPDB dapat berjalan maksimal seiring dengan misi mereka memberikan hiburan yang berkesan bagi warga.
Didik, Wakasek Bidang Kesiswaan

Tidak hanya unggul dalam kegiatan ekstrakurikuler dan olah seni seperti marching band, SMA Muhipo saat ini juga terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan modern yang menjawab tantangan zaman. Mengusung jargon "SMA Rasa SMK", sekolah ini menawarkan konsep pendidikan akademik yang dibekali dengan jaminan keterampilan praktis. 

Hal ini dibuktikan dengan tersedianya berbagai pilihan Kelas Unggulan yang sangat variatif dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Di antaranya adalah Kelas AI (Artificial Intelligence) bagi siswa yang tertarik pada dunia teknologi digital mutakhir, Kelas Enterpreneur untuk mencetak wirausahawan muda yang mandiri, Kelas Sainsos (Sains dan Sosial), Kelas Olahraga bagi para atlet muda berbakat, serta Kelas MIC (Muhipo International Class) yang berwawasan global. Ragam pilihan ini sengaja dirancang agar para siswa tidak hanya siap melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi juga memiliki keterampilan taktis yang siap pakai di dunia kerja dan usaha.

Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini