![]() |
| Ilustrasi: Gemini AI |
PONOROGO – Pencarian seorang warga yang tak kunjung pulang berakhir duka. Nurkolis (50), warga Dusun Pacar, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, ditemukan meninggal dunia di atas pohon trembesi pada Jumat (23/10/2026) malam.
Korban diduga mengalami serangan jantung saat merampingkan ranting pohon. Jenazahnya baru berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Sabtu (24/10/2026) dini hari setelah petugas melakukan upaya penyelamatan dari ketinggian.
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat sore. Saat itu, Nurkolis berpamitan kepada keluarganya untuk pergi keluar rumah. Namun, hingga waktu Magrib, korban belum juga kembali.
Khawatir terjadi sesuatu, keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian. Upaya tersebut berlanjut hingga malam hari.
Sekitar pukul 23.00 WIB, pencarian mengarah ke sebuah lahan yang lokasinya cukup jauh dari permukiman korban. Di tempat itu, warga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya sandal dan gergaji. Mereka juga melihat bekas potongan ranting pohon trembesi berserakan di bawah pohon.
Saat menyorotkan lampu ke bagian atas pohon, warga mendapati Nurkolis sudah dalam kondisi tidak bergerak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan dari petugas piket setelah mendapatkan informasi dari perangkat desa dan aparat Polsek Sukorejo.
Menurut Masun, berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban berangkat pada sore hari untuk merampingkan ranting pohon. Karena tidak kunjung pulang, keluarga melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban di atas pohon.
Hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian dan tenaga medis mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya.
Evakuasi Jenazah di Atas Pohon Berlangsung hingga Dini Hari
Proses evakuasi jenazah Nurkolis menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain berada di ketinggian, proses penanganan berlangsung pada malam hari sehingga membutuhkan kehati-hatian dan peralatan khusus.
Tim gabungan melakukan evakuasi menggunakan teknik *vertical rescue* atau penyelamatan di medan vertikal. Petugas harus memastikan proses penurunan jenazah berjalan aman di tengah kondisi lokasi yang cukup sulit.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, mulai dari BPBD Kabupaten Ponorogo, personel Polsek Sukorejo, Babinsa dari Koramil setempat, tenaga medis Puskesmas Sukorejo, perangkat Desa Prajegan, relawan, hingga warga sekitar.
Dengan dukungan peralatan penyelamatan dan armada operasional, tim gabungan berupaya menurunkan jenazah dari atas pohon secara hati-hati.
Setelah beberapa jam melakukan evakuasi, jenazah Nurkolis akhirnya berhasil diturunkan pada Sabtu (24/10/2026) pukul 02.50 WIB.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut dan dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan di ketinggian, termasuk memangkas ranting pohon, memiliki risiko keselamatan yang perlu diperhatikan. Kondisi fisik, penggunaan peralatan yang sesuai, serta pendampingan saat bekerja menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Reporter: N/A
Editor: N/A

