![]() |
| Pedagang sedang menujukkan gula yang harganya sedang naik. Foto: Istimewa |
PONOROGO – Harga gula pasir di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Jika sebelumnya masih dijual sekitar Rp17.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinilai semakin sepi.
Perubahan harga tersebut menjadi perhatian pedagang karena daya beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan. Di sisi lain, sejumlah kebutuhan pokok lain juga dilaporkan mengalami kenaikan harga.
Salah seorang pedagang Pasar Legi Ponorogo, Sri Wahyuni, mengatakan harga gula pasir mulai naik sekitar dua pekan terakhir. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut, tetapi menduga ada pengaruh dari biaya bahan bakar minyak (BBM).
"Pabriknya itu kan padahal giling terus ya, mungkin ya karena pengaruh BBM itu. Mudah-mudahan bisa turun lagi seperti semula, jadi pembelinya semakin banyak. Karena ini kondisi pasar sepi pol," kata Sri saat dikonfirmasi RRI, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, penurunan harga gula pasir diharapkan bisa mendorong masyarakat kembali berbelanja. Sebab, ketika harga kebutuhan sehari-hari terus meningkat, pembeli cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.
Stok Gula Pasir Tetap Tersedia
Pedagang lainnya, Samsudin, menyebut kenaikan harga gula pasir sejauh ini tidak memengaruhi ketersediaan stok dagangan. Meski demikian, kenaikan harga tetap menjadi beban karena modal yang harus disiapkan pedagang ikut bertambah.
"Semoga harganya bisa turun, karena kalau semua naik, modalnya juga tambah banyak. Kemungkinan ini kan mau Natal dan Tahun Baru (Nataru), lalu juga langsung Ramadhan dan Lebaran, kemungkinan naik ya karena itu," ujarnya.
Samsudin memperkirakan momentum menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang kemudian disusul Ramadan dan Lebaran, mungkin turut memengaruhi pergerakan harga. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kenaikan gula pasir.
Harga Kebutuhan Pokok Lain Ikut Naik
Selain gula pasir, kenaikan harga juga dilaporkan terjadi pada sejumlah kebutuhan dapur lainnya, mulai dari tepung terigu, tepung beras, hingga minyak goreng premium.
Kondisi ini membuat pedagang menghadapi situasi yang tidak mudah. Modal belanja bertambah seiring kenaikan harga barang, sedangkan aktivitas jual beli di pasar justru dirasakan semakin lesu.
Keluhan juga datang dari masyarakat yang berbelanja. Samsudin mengatakan sejumlah ibu mengungkapkan bahwa uang belanja Rp100.000 kini terasa semakin terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ada curhatan dari ibu-ibu yang belanja juga, uang Rp100 ribu sekarang dapat apa?. Mudah-mudahan harga-harga kembali stabil," tegasnya.
Bagi pedagang dan pembeli di Pasar Legi Ponorogo, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi harapan bersama. Harga yang terkendali diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu aktivitas perdagangan kembali ramai.

