Terkini
Memuat berita terbaru...

Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Guru di Ponorogo Kecelakaan, Pria yang Menolong Malah Bawa Kabur Motor

Seputarponorogo.com
Jumat, 23 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-23T02:00:00Z
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Ilustrasi pencurian kendaraan bermotor. Foto:Istimewa

Ponorogo—Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib seorang guru asal Kelurahan Tonatan, Ponorogo, Sholihatul Ulumiyah. Belum pulih dari kecelakaan di Kecamatan Jenangan, ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika sepeda motor Honda Beat miliknya hilang saat dirinya menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Ironisnya, kendaraan itu diduga dibawa kabur oleh pria yang sebelumnya menawarkan pertolongan.

Kasus kehilangan motor tersebut akhirnya menemui titik terang setelah Satreskrim Polres Ponorogo menangkap pria berinisial DH, 36, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Polisi juga berhasil mengamankan kembali Honda Beat beserta sejumlah barang pribadi milik korban. Adik korban, Sholihatul Imania, mengungkapkan kronologi kejadian sekaligus proses hingga kendaraan milik kakaknya ditemukan kembali pada Kamis (22/10/2026).

Kronologi Guru di Ponorogo Kecelakaan hingga Kehilangan Motor

Imania menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika kakaknya melintas di jalan alternatif wilayah Kecamatan Jenangan pada Jumat (9/10/2026). Saat itu, sebuah sepeda motor tiba-tiba bergerak dari sisi kiri menuju tengah jalan hingga menabrak korban.

Setelah kecelakaan terjadi, seorang pria menawarkan bantuan untuk mengantarkan Ulumiyah ke fasilitas kesehatan. Karena mengalami kesakitan, korban kemudian dibonceng menggunakan sepeda motor miliknya sendiri menuju puskesmas.

Setelah menjalani pemeriksaan, petugas menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Pria tersebut kemudian mengantarkan Ulumiyah ke Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo.

Namun, setelah korban tiba di rumah sakit, pria yang semula menawarkan pertolongan itu justru pergi membawa sepeda motor Honda Beat milik korban.

“Ketika saya mendapat kabar kakak saya jatuh, saya langsung ke IGD Aisyiyah. Ternyata kakak saya sendirian di sana, sedangkan orang yang mengantarkannya sudah pergi,” ujar Imania, Kamis (22/10/2026).

Motor Hilang Saat Korban Menjalani Perawatan di Rumah Sakit

Setibanya di ruang instalasi gawat darurat (IGD), Imania mendapati kakaknya berada sendirian. Ia kemudian berusaha mencari pria yang sebelumnya mengantarkan korban ke rumah sakit.

Imania memeriksa area lobi dan tempat parkir, tetapi pria tersebut beserta sepeda motor korban sudah tidak ditemukan. Ia lalu meminta bantuan petugas keamanan untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Kondisi Ulumiyah yang mengalami patah tulang membuatnya tidak bisa langsung mengurus kehilangan kendaraan. Karena itu, keluarga berharap polisi dapat menemukan motor tersebut dan mengungkap siapa yang membawanya.

Upaya kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Imania mengapresiasi Satreskrim Polres Ponorogo karena berhasil menemukan kembali kendaraan dan barang-barang milik kakaknya sekaligus menangkap terduga pelaku.

“Prosesnya membutuhkan waktu karena pelakunya berada di luar kota. Alhamdulillah, berkat tim Satreskrim Polres Ponorogo, motor kakak saya dan barang-barangnya bisa kembali. Pelakunya juga sudah tertangkap,” jelasnya.

Terduga Pelaku Ditangkap di Kabupaten Kediri

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Ponorogo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, DH diketahui merupakan warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Polisi menyangkakan tersangka dengan Pasal 476 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terkait dugaan pencurian dan/atau penggelapan.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi sepeda motor Honda Beat beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK), telepon genggam, laptop, tas ransel, helm, dan jam tangan milik korban.

Polisi Ungkap Dua Kasus Curat dan Sembilan Kasus Curanmor

Dalam kesempatan tersebut, Damus mengimbau masyarakat Ponorogo agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan. Menurutnya, pelaku pencurian kerap memanfaatkan situasi ketika kendaraan berada di tempat yang sepi dan dinilai mudah diambil.

Ia menyebut jajaran Polres Ponorogo telah mengungkap dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan sembilan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Polisi mengingatkan masyarakat untuk memilih lokasi parkir yang aman, memastikan kendaraan terkunci, serta menggunakan pengaman tambahan jika diperlukan. Warga juga diimbau tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan tanpa pengawasan.

Kasus yang menimpa guru asal Tonatan ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada, termasuk ketika menerima bantuan dari orang yang baru dikenal dalam situasi darurat.


Reporter: N/A
Editor: N/A
iklan
Komentar Pembaca
Komentar menjadi tanggung jawab masing-masing pengirim. Gunakan bahasa yang santun dan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Guru di Ponorogo Kecelakaan, Pria yang Menolong Malah Bawa Kabur Motor
  • Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini