Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Tonggak Baru Sejarah SMPN 1 Ponorogo: Estafet Kepemimpinan dari Imam Saifudin S. Pd.,M.OR ke Kuat S. Pd untuk Menjaga Marwah Barometer Pendidikan di Bumi Reog

Seputar Ponorogo
Jumat, 15 Mei 2026
Last Updated 2026-05-14T17:47:06Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Kepala SMPN 1 Ponorogo yang lama dan baru bersama Kafindik Ponorogo tamu undangan lainnya di acara Sertijab

PONOROGO - Suasana khidmat namun tetap hangat menyelimuti aula salah satu institusi pendidikan paling prestisius di Kabupaten Ponorogo pada Rabu (13/5/2026). SMP Negeri 1 Ponorogo, sekolah menengah pertama tertua yang telah lama menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bumi Reog, secara resmi memulai babak baru dalam perjalanannya. Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepala sekolah menjadi momentum krusial saat tongkat estafet kepemimpinan berpindah tangan dari Imam Saifudin, S.Pd., M.Or., yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), kepada Kuat, S.Pd., kepala sekolah definitif yang baru saja meninggalkan tugasnya di SMPN 3 Ngrayun. Berdasarkan petikan SK Bupati Ponorogo Nomor 800.1.3.3.1/ASN/285/405.25/2024, transisi administratif ini sebenarnya telah resmi berjalan sejak 1 April 2024, namun seremoni sertijab ini menjadi pengesahan moral dan emosional di hadapan seluruh keluarga besar sekolah.
Penandatanganan SK sertijab kepala sekolah lama dan baru disaksikan Kadindik Ponorogo

Imam Saifudin, dalam sambutan perpisahannya yang penuh haru, merefleksikan masa jabatannya selama 18 bulan terakhir sebagai perjalanan yang penuh tantangan namun membanggakan. Baginya, menjaga marwah SMPN 1 Ponorogo bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan menjaga sebuah warisan intelektual dan budaya. 

Di bawah kepemimpinannya, moto "Karyaku, Prestasi Terbaik" bukan hanya menjadi pajangan di dinding sekolah, melainkan napas yang dihidupi oleh seluruh elemen sekolah. Kolaborasi yang erat antara guru, komite, dan berbagai lintas sektor terbukti mampu mempertahankan integritas sekolah di puncak prestasi, baik di bidang akademik maupun seni budaya seperti Reog dan Karawitan. Kini, dengan rasa syukur dan bangga, Imam kembali fokus pada pangkalan utamanya di SMPN 2 Ponorogo, sembari menitipkan doa agar sekolah yang ditinggalkannya tetap eksis dengan semangat baru yang lebih jaya.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh segenap hadirin yang hadir

Di sisi lain, Kuat, S.Pd., yang kini memegang kendali kepemimpinan, menyampaikan pidato yang sangat menyentuh dan sarat akan kerendahan hati. Melangkah masuk ke SMPN 1 Ponorogo dirasakannya bak sebuah mimpi yang menjadi nyata, namun ia sadar bahwa di balik kehormatan tersebut ada beban moral yang sangat besar. Ia menyadari bahwa ekspektasi masyarakat terhadap "SMP Satu" sangatlah tinggi sebagai barometer pendidikan di Ponorogo. 
Sambutan pamitan dari Imam Saifudim, S.Pd. M.Or., Plt Kepala SMPN 1 Ponorogo yang digantikan Kuat, S.Pd 

Kuat menegaskan bahwa jabatan hanyalah titipan, namun nasib ribuan siswa yang menggantungkan cita-citanya di sekolah ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama. Ia secara terbuka memuji standar tinggi yang telah ditinggalkan oleh Imam Saifudin, menyebut jejak prestasi pendahulunya tersebut sebagai barometer kinerja yang akan memacu semangatnya untuk membawa sekolah melejit lebih tinggi lagi di masa depan.
Sambutan Kadindik Ponorogo, Drs. Nurhadi Hanuri, MM

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM., yang hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tinggi atas kinerja Imam Saifudin yang dinilai sukses menjaga branding SMPN 1 tetap di jalur juara. Melalui sebuah pantun khas yang jenaka namun bermakna mendalam, Kadindik melepas kepergian Imam dengan penuh hormat. 

Sementara itu, untuk pemimpin baru, Nurhadi menekankan bahwa pemilihan Kuat didasarkan pada evaluasi kinerja yang ketat, kemampuan komunikasi yang mumpuni, serta sistem manajerial yang teruji. Nama "Kuat" dianggap sebagai simbol bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketangguhan di mana pun ia ditempatkan.Ia menginstruksikan agar segera dilakukan konsolidasi lintas sektoral guna memastikan tradisi "Nomor Satu" tetap terjaga, sekaligus mendorong para pendidik untuk tidak sekadar menjadi guru biasa, melainkan pencetak karya hebat yang mampu bersaing di kancah nasional. 
Hiburan tari oleb siawa-siswi SMPN 1 Ponorogo

Acara yang diakhiri dengan tradisi balas pantun ini menandai dimulainya era baru, di mana semangat kolaborasi diharapkan menjadi kunci utama untuk menjaga kejayaan SMPN 1 Ponorogo sebagai rumah bagi para juara.

Reporter: Muchtar Ahari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini