Kejadian tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman dan informasi terkait kecelakaan beredar luas di media sosial. Saat insiden berlangsung, ambulans diketahui sedang menjalankan tugas darurat merujuk seorang bayi yang baru lahir dalam kondisi prematur untuk mendapatkan perawatan yang lebih lengkap.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, ambulans berangkat dari RS Bantarangin sekitar 15 menit sebelum kecelakaan terjadi. Kendaraan medis tersebut melaju dari arah barat menuju timur dengan membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Kepala Seksi Pelayanan Medis RS Bantarangin, dr. Onza Pramudyta Hexandira, menjelaskan bahwa proses rujukan harus dilakukan karena fasilitas dan peralatan medis yang tersedia di rumah sakit belum mampu menangani kondisi bayi tersebut secara optimal.
"Informasi terakhir alhamdulillah bayinya sudah disusul sama ambulans satunya dan sudah sampai ke Harjono," ujar dr. Onza.
Terkait penyebab kecelakaan, pihak rumah sakit memilih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Namun berdasarkan informasi awal yang diterima dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, kendaraan pribadi yang terlibat diduga tidak memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas darurat.
"Kami masih menunggu hasil pendalaman dari pihak berwenang. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kecelakaan diduga terjadi karena kendaraan yang terlibat tidak memberi jalan saat ambulans melintas," kata dr. Onza.
Direktur RS Bantarangin Sumoroto, dr. Enggar Tri Adji, juga membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia mengaku menerima informasi melalui sambungan telepon dari anggota DPRD Ponorogo Fraksi NasDem, Isnaini, saat sedang mengikuti rapat.
Menurut Enggar, saat kejadian ambulans memang tengah membawa pasien dalam kondisi darurat dan sirene telah diaktifkan selama perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
"Saat rapat saya ditelepon Pak Isnaini dan diberi tahu kalau ambulans kami bertabrakan dengan mobil Pak Narto. Ketika itu ambulans sedang merujuk bayi prematur dan sirene juga sudah dinyalakan," ungkapnya.
Dari informasi yang diperoleh di internal rumah sakit, Enggar menyebut kendaraan yang dikemudikan Sunarto diduga datang dari arah utara dan hendak berbelok ke barat. Sementara ambulans melaju dari arah barat menuju timur dengan sirene berbunyi.
"Informasi yang saya terima, mobil Pak Narto dari arah utara hendak ke barat. Sedangkan ambulans dari barat ke timur. Saat ambulans sudah berada di area perempatan, kendaraan tersebut diduga berbelok sehingga terjadi tabrakan. Namun untuk kronologi pastinya kami menunggu penjelasan resmi dari kepolisian. Yang terpenting pasien selamat dan sudah mendapatkan penanganan," jelasnya.


