Irwan Ridho, salah satu guru di SMK Al Inabah, menuturkan bahwa dirinya mulai menyadari adanya kejanggalan saat tiba di sekolah sekitar pukul 06.50 WIB. Ia mendapati banner sekolah dalam kondisi rusak. Ketika hendak memasuki ruang kantor, ia semakin terkejut karena ruang guru terlihat berantakan.
Beberapa peralatan elektronik diketahui mengalami kerusakan, di antaranya dua unit monitor, perangkat CCTV, kipas angin, serta CPU komputer. Selain dirusak, sejumlah barang juga dilaporkan hilang, termasuk kamera DSLR. Irwan juga mengungkapkan bahwa pada malam hari tidak ada petugas penjaga sekolah. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, CCTV bagian luar sekolah tidak berfungsi optimal karena hanya dapat dipantau melalui monitor tanpa kemampuan merekam.
Kerusakan juga terlihat pada bagian kunci pintu kantor. Diduga pelaku mengetahui lokasi penyimpanan kunci cadangan sehingga dapat dengan mudah masuk ke dalam ruangan. Pelaku bahkan meninggalkan sebilah samurai di dalam ruang kantor guru.
Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pencurian dan perusakan tersebut. Ia menyebut sejumlah aset sekolah raib, seperti kamera DSLR, teko elektrik, dan barang lainnya. Sementara itu, perangkat CCTV, dua monitor komputer, serta CPU dalam kondisi dirusak.
Menurut AKP Yudha, kejadian tersebut diperkirakan berlangsung antara pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebilah samurai yang kini diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pihak guru ketika hendak memulai aktivitas sekolah di pagi hari. Kondisi ruang kantor yang berantakan menguatkan dugaan adanya aksi pencurian dan perusakan. Kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.


