Seputarponorogo.com--Ramadan selalu menjadi bulan yang paling dinanti umat Islam, termasuk masyarakat di Ponorogo dan sekitarnya. Di Kota Reog ini, suasana Ramadan terasa begitu khas: lantunan tadarus dari masjid kampung, pasar takjil dadakan di pinggir jalan, hingga tradisi berkumpul keluarga saat berbuka puasa.
Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Bagi warga Ponorogo yang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan positif dan bermakna, berikut ide kegiatan Ramadan bersama keluarga yang kental nuansa lokal sekaligus penuh keberkahan.
Ide Kegiatan Ramadan Bersama Keluarga di Ponorogo
1. Tarawih dan Tadarus Bersama di Masjid Kampung
Ramadan di Ponorogo identik dengan ramainya masjid dan musala. Mulai dari anak-anak hingga orang tua memadati saf untuk melaksanakan salat tarawih dan witir berjamaah.
Beberapa masjid besar seperti Masjid Agung RMAA Tjokronegoro Ponorogo menjadi pusat kegiatan Ramadan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, kajian, hingga santunan sosial.
Melibatkan seluruh anggota keluarga dalam ibadah berjamaah dapat mempererat hubungan spiritual sekaligus membangun kebiasaan baik pada anak sejak dini.
2. Berburu dan Membuat Takjil Khas Ponorogo
Ramadan belum lengkap tanpa berburu takjil. Di Ponorogo, jelang magrib banyak pedagang menjajakan kolak, jenang, es dawet, hingga gorengan di sepanjang jalan kota dan desa.
Selain membeli, keluarga juga bisa memasak bersama di rumah. Aktivitas ini bukan sekadar menyiapkan makanan berbuka, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Anak-anak bisa belajar membantu orang tua di dapur, sementara suasana penuh canda membuat momen berbuka semakin hangat.
Memasak menu tradisional khas Jawa juga bisa menjadi cara melestarikan kuliner lokal di bulan Ramadan.
3. Ziarah dan Mengunjungi Masjid Bersejarah
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk refleksi diri. Mengunjungi masjid bersejarah atau makam tokoh agama di Ponorogo bisa menjadi sarana edukasi sekaligus spiritual.
Selain Masjid Agung RMAA Tjokronegoro, masyarakat juga kerap berziarah ke Makam Bathoro Katong, sosok yang diyakini sebagai pendiri Ponorogo.
Kegiatan ini membantu keluarga mengenal sejarah Islam di Ponorogo sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap para pendahulu.
4. Menikmati Keindahan Alam Ponorogo Sambil Menunggu Berbuka
Menunggu waktu berbuka atau ngabuburit bisa diisi dengan menikmati panorama alam. Ponorogo memiliki banyak destinasi yang cocok untuk bersantai bersama keluarga, seperti Telaga Ngebel.
Udara sejuk dan pemandangan indah bisa menjadi sarana refleksi dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Kegiatan ringan seperti jalan santai atau sekadar duduk menikmati senja menjelang magrib dapat menjadi momen berkualitas bersama keluarga.
5. Wisata Kuliner Ramadan di Pusat Kota Ponorogo
Setiap Ramadan, pusat kota Ponorogo biasanya dipenuhi pedagang musiman. Pasar takjil dan bazar Ramadan menjadi magnet bagi warga yang ingin mencari menu berbuka.
Beragam makanan khas, mulai dari kolak, sate ayam, martabak, hingga aneka minuman segar tersedia dengan harga terjangkau. Selain menikmati kuliner, suasana ramai dan penuh kebersamaan menjadi daya tarik tersendiri.
Wisata kuliner Ramadan di Ponorogo bukan hanya soal makanan, tetapi juga tradisi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
6. Berbagi ke Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa
Ramadan identik dengan kepedulian sosial. Mengunjungi panti asuhan atau memberikan santunan kepada kaum dhuafa di Ponorogo bisa menjadi kegiatan yang sangat bermakna.
Anak-anak dapat belajar arti berbagi dan empati secara langsung. Kegiatan ini juga memperkuat nilai gotong royong yang sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Ponorogo.
7. Mengikuti Kajian Ramadan di Ponorogo
Banyak masjid dan lembaga Islam di Ponorogo mengadakan kajian Ramadan, baik setelah salat subuh maupun menjelang berbuka. Tema kajian biasanya seputar tafsir Al-Qur’an, fiqih puasa, hingga pembahasan akhlak.
Mengikuti kajian bersama keluarga dapat meningkatkan pemahaman agama sekaligus memperdalam makna ibadah di bulan suci.
8. Meramaikan Festival dan Tradisi Ramadan
Di beberapa wilayah Ponorogo, Ramadan juga diramaikan dengan festival, bazar, hingga kegiatan seni religi. Nuansa budaya lokal berpadu dengan semangat ibadah, menciptakan suasana yang khas dan meriah.
Momentum ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga, tanpa melupakan esensi ibadah itu sendiri.
Ramadan di Ponorogo, Momentum Memperkuat Iman dan Keluarga
Ramadan di Ponorogo bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk memperdalam iman, mempererat hubungan keluarga, dan memperkuat solidaritas sosial.
Dengan mengisi bulan suci melalui ibadah, kebersamaan, wisata religi, hingga berbagi kepada sesama, Ramadan akan terasa lebih bermakna. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ponorogo dan menjadikan keluarga semakin harmonis dalam balutan nilai-nilai Islam.


