![]() |
| Wisudawan-wisudawati berprestasi lulusan ke-IV UIN Kyai Ageng Muhammad Besari |
PONOROGO – Suasana khidmat menyelimuti Graha Watoe Dhakon Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, Sabtu (14/02/2026). UIN Kiai Ageng Muhammad Besari kembali mencetak sejarah dengan mengukuhkan 433 wisudawan pada Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) ke-IV.
Namun, ada yang berbeda pada prosesi kali ini. Di tengah perayaan kelulusan, UIN Ponorogo secara resmi melakukan launching Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sebuah langkah "gas pol" kampus untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
![]() |
| Launching LSP bersama Rektor UIN Ponorogo, Prof. Amiin dari Komisioner BNSP, dan mahasiswa |
Sertifikat Profesi: 'Senjata' Baru Alumni
Kehadiran Komisioner BNSP, Prof. Amilin, memberikan sinyal kuat bahwa UIN Ponorogo kini sejajar dengan kampus elit dalam hal standardisasi kompetensi. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa di masa depan, Indeks Prestasi (IP) tinggi hanyalah syarat administrasi, namun sertifikat kompetensi adalah kunci pintu masuk industri.
"UIN Ponorogo kini punya LSP. Ini bukti serius bahwa kampus ini layak menjadi tujuan kuliah utama. Ke depan, kampus harus mampu memetakan kebutuhan industri secara presisi agar lulusannya langsung terserap," ujar Prof. Amilin.
Beliau bahkan melempar tantangan optimis: dalam lima tahun ke depan, UIN Ponorogo ditargetkan menjadi role model pengembangan LSP nasional.
![]() |
| Pengukuhan lulusan dan ucapan selamat dari Rektor UIN Kyai Ageng Muhammad Besari |
Komitmen Rektor: Melangkah Melampaui Ijazah
Rektor UIN Ponorogo, Prof. Evi Muafiah, dalam sambutannya menekankan bahwa wisuda hanyalah garis start menuju dunia profesional yang keras. Oleh karena itu, pembekalan sertifikat kompetensi menjadi wajib.
Poin Utama Sambutan Rektor:
(1) Keunggulan Kompetitif: Lulusan kini dibekali dua "paspor" sekaligus: Ijazah dan Sertifikat Kompetensi.
(2) Bukti Nyata: Saat ini, 19 mahasiswa perdana telah dinyatakan kompeten melalui skema LSP UIN Ponorogo.
(3) Daya Tarik Kampus: LSP menjadi alasan kuat bagi calon mahasiswa baru untuk memilih UIN Ponorogo sebagai tempat menimba ilmu.
"Kami tidak ingin alumni hanya membawa kertas tanda lulus, tapi juga bukti keahlian yang diakui negara. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sini," tegas Prof. Evi.
![]() |
| Sambutan Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., Rektor UIN Ponorogo |
Transformasi Menuju Kampus Modern
Dengan integrasi LSP ke dalam sistem akademik, UIN Ponorogo membuktikan transformasinya menjadi lembaga yang tidak hanya fokus pada aspek religiusitas (Berislam) dan intelektualitas (Berilmu), tetapi juga kecakapan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Kesan Pesan Wakil Wisudawan
Wakil Wisudawan Muhammad Asrori, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya mengatakan mewakili teman teman- teman wisudawan kami mengucapkan terimakasih kepada rektor dan jajarannya, bapak ibu dosen yang telah memberikan bimbingan kepada kami, 48 jam waktunya kami, terimakasih kepada bapak ibu wali, istri atau suami yang telah mendukung kami, kami blm bisa membalas bapak ibu dosen , Kami akan menjadi yang membanggakan bagi keluarga kami, Terimakasih kepada teman-teman atas kerjasama.
![]() |
| Orasi dari perwakilan wisudawan/wai |
"Kesan kami saat pertama kali menginjak di UIN bahwa kesan kami adalah bapak ibu dosen yang sangat harmonis kekeluargaan yang sangat hangat, untuk adik- adik Pesan kami habis lulus langsung daftar ke jenjang yang selanjutnya karena usia sudah 42 seperti saya sangat berat sekali," pungkas Muhammad Asrori, S.Pd., M.Pd
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Prasetyo





