![]() |
| Keakraban Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita bersama santriwati yang mengikuti wisuda tahfidz |
PONOROGO - Kabupaten Ponorogo kembali mengukuhkan jati dirinya sebagai daerah yang religius melalui perhelatan akbar wisuda tahfidz Al-Qur’an yang berlangsung dengan khidmat di Pendopo Kabupaten pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo ini menjadi momen bersejarah bagi 3.015 santri yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) di seluruh wilayah Ponorogo. Ribuan wisudawan ini merupakan mereka yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam rentang kategori juz 1 hingga juz 30, setelah sebelumnya dinyatakan lulus melalui serangkaian uji kompetensi ketat oleh tim penguji yang memiliki keahlian khusus di bidangnya.
![]() |
| Para santri tahfidz Qur'an unjuk kepiawaian menghafal di hadapan hadirin yang datang |
Ketua Panitia, Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa wisuda massal ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah instrumen motivasi yang dirancang untuk mendorong lahirnya generasi dengan standar akhlakul karimah yang tinggi.
Ia memberikan pesan mendalam agar para santri tidak merasa cepat puas setelah upacara seremoni berakhir, melainkan justru semakin terpacu untuk menjaga kualitas hafalan mereka serta mulai menginternalisasikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam interaksi sosial sehari-hari.
![]() |
| Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Panitia menyampaikan sambutan |
Sejalan dengan itu, Plt Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter menjadi inti dari program ini, di mana Al-Qur'an diharapkan menjadi pedoman hidup yang nyata, bukan sekadar teori yang dihafalkan di ruang kelas.
![]() |
| Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag. MH beri sambutan |
Hadir dalam kesempatan tersebut untuk membuka acara secara resmi, Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lidyarita, S.H., memberikan orasi yang membakar semangat para wisudawan. Beliau secara tegas mengingatkan bahwa wisuda hanyalah garis awal dari sebuah perjalanan panjang, mengingat tantangan menjaga hafalan atau muraja’ah jauh lebih berat dibandingkan saat proses menghafalkannya.
Dengan nada bangga, Lisdyarita memberikan pujian setinggi langit dengan kata "HEBAT" kepada anak-anak didiknya yang mampu menunjukkan ketekunan luar biasa di tengah padatnya kurikulum pendidikan formal di sekolah masing-masing. Ia memandang para penghafal Al-Qur’an ini sebagai investasi moral masa depan yang akan menjadi benteng pertahanan bagi kemajuan Kabupaten Ponorogo di tengah arus globalisasi.
![]() |
| Prosesi wisuda pengalungan gordon oleh Plt. Bupati Ponorogo |
Lebih lanjut, Lidyarita memaparkan bahwa keberhasilan wisuda tahfidz ini juga berkorelasi positif dengan kebijakan "Perbup Ngaji" yang telah dicanangkan pemerintah daerah sejak tahun 2022. Kebijakan ini mewajibkan lulusan SD dan SMP di Ponorogo untuk minimal menghafal juz 30, sebuah langkah strategis yang terbukti membuahkan hasil signifikan dengan data kelulusan ribuan siswa pada tahun sebelumnya.
"Sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten, Kemenag, lembaga pendidikan, serta peran orang tua menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan program tahfidz ini," ucapnya.
Di hadapan unsur Forkopimda, tokoh MUI, dan para pendidik yang hadir, Plt Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi menciptakan ekosistem pendidikan yang religius demi mewujudkan Ponorogo yang penuh berkah dan kemajuan di masa mendatang.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo





