![]() |
| Lahan Sekolah Rakyat |
PONOROGO – Sebanyak 76 siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo masih harus mengikuti kegiatan belajar di Kabupaten Madiun karena belum tersedianya gedung permanen di daerah sendiri. Pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, ditargetkan bisa digunakan untuk menyambut siswa baru tahun ajaran 2027/2028.
Namun, di balik target tersebut, kepastian kapan pembangunan fisik dimulai masih menjadi tanda tanya. Proyek gedung permanen Sekolah Rakyat Ponorogo sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sementara pihak sekolah masih menunggu kejelasan jadwal pelaksanaannya.
Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengatakan informasi yang diterima pihak sekolah menyebutkan sejumlah fasilitas utama ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru 2027 dimulai.
“Untuk pembangunan gedung permanen, sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat. Kami masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan pembangunan fisiknya, tetapi informasinya sejumlah fasilitas utama ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru 2027,” jelas Devit.
Lima Fasilitas Utama Sekolah Rakyat Ponorogo
Pembangunan tahap awal akan memprioritaskan lima fasilitas inti untuk menunjang kegiatan belajar sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari siswa. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama, gedung serbaguna, kantin, dan ruang makan.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting karena Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat siswa menimba ilmu, tetapi juga menyediakan lingkungan tempat tinggal bagi siswa yang mengikuti program pendidikan tersebut.
“Prioritas awal pembangunan meliputi ruang kelas, asrama, gedung serbaguna, kantin, dan ruang makan. Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari siswa selama tinggal di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Sedangkan fasilitas penunjang lainnya direncanakan dibangun secara bertahap setelah siswa mulai menempati gedung permanen. Dengan demikian, kebutuhan dasar pendidikan dan tempat tinggal menjadi prioritas pada tahap awal pembangunan.
76 Siswa SR Ponorogo Masih Belajar di Madiun
Keterbatasan bangunan sementara di Ponorogo membuat 76 siswa angkatan pertama tahun ajaran 2026/2027 harus menumpang dan mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun.
Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung permanen di Ponorogo menjadi hal yang dinantikan. Jika fasilitas sesuai target dapat diselesaikan, kegiatan belajar mengajar diharapkan bisa segera dilaksanakan di daerah sendiri.
Selain mendukung kelancaran pembelajaran, keberadaan gedung dan asrama yang memadai juga diharapkan memberikan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi para siswa.
Meski pemanfaatan gedung ditargetkan pada tahun ajaran 2027/2028, jadwal dimulainya pembangunan fisik masih belum dipastikan. Kejelasan pelaksanaan proyek dari pemerintah pusat menjadi salah satu hal penting agar target tersebut dapat diwujudkan sesuai rencana.

