Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Meneguhkan Karakter Generasi Digital: MAN 1 Ponorogo Gelar Integrasi Seminar Parenting, Pengukuhan Paguyuban Wali Murid, dan Deklarasi Pembatasan Smartphone

Seputar Ponorogo
Jumat, 28 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-28T01:08:14Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp

Narasumber seminar memberikan pengetahuan kepada para peserta seminar

PONOROGO - ​Tantangan pengasuhan anak pada era derasnya arus teknologi dan informasi memerlukan landasan spiritual yang kokoh serta sinergi nyata antara lembaga pendidikan dan lingkungan keluarga. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, MAN 1 Ponorogo menyelenggarakan agenda Seminar Parenting berskala besar yang berfokus pada pembangunan kepercayaan diri serta pembentukan mental tangguh anak di era digital. Berlokasi di Gedung Mugio Langgeng, Jalan Seloaji, Ngrupit, Jenangan, Ponorogo, perhelatan ini dihadiri secara antusias oleh 550 peserta yang mencakup wali murid kelas XI, para siswa, jajaran dewan guru, hingga jajaran pengurus forum paguyuban orang tua.

Peserta seminar antusias mengikuti acara seminar

​Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdliyah KY. M. Pd.I menegaskan bahwa penyelenggaraan seminar ini berakar kuat pada Program Rencana Kerja Madrasah (RKM) Tahun 2026. Latar belakang utama dari agenda besar ini dipicu oleh keprihatinan mendalam terhadap data riset psikologi terkini. Riset tersebut menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: sebanyak 59 persen anak mengalami tingkat kecemasan yang luar biasa, 34 persen berada dalam tekanan stres berat, dan 36 persen di antaranya berada dalam kondisi depresi. Gelombang raksasa transformasi digital disinyalir menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ini, terlebih ketika diimbangi dengan kian menyusutnya kualitas interaksi dan komunikasi dalam proses pengasuhan di rumah tangga.Kurangnya tatap muka langsung serta dominasi gawai di dalam genggaman kerap memicu maraknya aksi perundungan siber (cyberbullying) serta penyerapan informasi negatif tanpa filter.

Sambutan Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Hj. Nuurun Nahdliyah K.Y., M.Pd

​Menanggapi ancaman pergeseran fokus belajar dan degradasi empati tersebut, MAN 1 Ponorogo mengambil langkah progresif dengan meluncurkan deklarasi pembatasan penggunaan gawai (smartphone) yang disahkan melalui surat edaran resmi. Seluruh siswa dengan pendampingan penuh dari orang tua berkomitmen untuk menonaktifkan perangkat elektronik setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 19.30 WIB. Kebijakan ini dirancang khusus untuk mengembalikan iklim belajar yang kondusif di rumah serta menghidupkan kembali ruang diskusi hangat antara anggota keluarga. Pada momen yang sama, dilakukan pula pengukuhan resmi pengurus Paguyuban Wali Murid Kelas X dan XI sebagai sarana penguat tali silaturahmi, sarana konsolidasi, serta wadah penyelarasan visi pendidikan secara berkelanjutan.

Sambutan Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo

​Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohammad Thohari, S.Ag., M.H., hadir memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif strategis ini. Dalam arahannya, beliau menyoroti fakta lapangan terkait besarnya rasa cemas remaja dalam menatap masa depan, termasuk kekhawatiran finansial dan kesiapan hidup. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter berbasis spiritualitas sejak dini, seperti pembiasaan konsisten bangun Subuh dan menjaga salat dua rakaat Fajar. Merujuk pada kitab klasik Ta'limul Muta'allim serta literatur kedisiplinan modern, keberhasilan hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia memulai pagi hari dengan kedisiplinan dan rasa syukur.

"Terimakasih MAN 1 Ponorogo menginisaiasi seminar parenting ini penting untuk mewujudkan pendidikan yang unggul di man 1 ponorogo sesuai program kemenag. Mari kita perkuat silaturahmi dengan harmonis maka tentu akan menjadi manfaat dan berkah," katanya.

Memperkuat sinergi menurut Thohari, adalah kunci energi dan prestasi. Jika kita mampu bersatu maka akan mencapai keberhasilan. Tujuannya pendidikan anak anak yang berkarakter dan berprestasi. Bagaimana anak anak bisa patuh dan taat dengan aturan pembatasan penggunaan HP. "Semoga dengan parenting ini MAN 1 Ponorogo akan maju, bermutu dan mendunia," harapnya.

Pengukuhan paguyuban wali murid MAN 1 Ponorogo

​Sementara itu acara inti Melengkapi dimensi pengasuhan tersebut, pakar parenting Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd. memaparkan konsep Prophetic Parenting atau Pola Asuh Kenabian yang dikembangkan melalui Nusa Educenter. Beliau menegaskan bahwa pembenahan karakter anak harus dimulai dari pembenahan internal orang tua sebagai teladan utama (role model). Keberhasilan pendidikan anak merupakan buah dari keselarasan tiga komponen utama: Prophetic Parenting (orang tua sebagai teladan), Prophetic Teaching (guru sebagai inspirator), dan Prophetic Student (siswa berakhlak mulia).

Melalui sinergi erat ini, MAN 1 Ponorogo optimis mampu membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital sekaligus mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan bersaing di tingkat internasional.


Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini