![]() |
| Persembahan dari SMPN 2 Kauman menambah magnet penonton untuk menikmati kirab bidaya tutup suro |
PONOROGO - Jalanan Ponorogo mendadak riuh oleh decak kagum saat iring-iringan SMPN 2 Kauman melintas dalam perhelatan Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin. Mengusung jargon penuh semangat, “Kreativitas Tanpa Batas”, institusi pendidikan ini sukses mencuri panggung utama lewat sebuah eksperimen seni yang berani. Mereka mengawinkan eksotisme tradisi lokal Ponoragan dengan kemegahan adat Minangkabau, menciptakan sebuah simfoni visual yang memukau ribuan pasang mata di sepanjang rute kirab.
Konsep antimainstream ini lahir bukan tanpa alasan yang matang. Pada gelaran tahun ini, SMPN 2 Kauman mengemban amanah besar untuk menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat tentang sosok Bupati Sumoroto III, yakni Bupati Brotodirdjo. Menariknya, karakter sakral sang bupati diperankan secara total dan berwibawa langsung oleh Kepala SMPN 2 Kauman, Drs. Indarto Bandono, M.Pd.
![]() |
| Siswa-siswi SMPN 2 Kauman memerankan Prabu Klonosewandono dan prajurit |
Rizdwan Miftahul Aji selaku koordinator kegiatan mengungkapkan bahwa narasi ini sengaja dipilih karena adanya benang merah historis yang kuat. Masa transisi spiritual dari era Hindu-Buddha menuju peradaban Islam di wilayah Sumoroto dinilai memiliki keselarasan filosofis dengan prinsip hidup masyarakat Minangkabau yang religius. Sinergi lintas pulau ini pada akhirnya tidak sekadar melahirkan tontonan artistik yang megah, melainkan juga menyatukan kekuatan energi budaya dengan kedalaman nilai-nilai spiritualitas keagamaan.
![]() |
| Visualisasi ranah minang oleh siswa-siswi SMPN 2 Kauman |
Sepanjang jalur kirab, penonton disuguhi parade ikon yang dikonsep dengan sangat detail. Representasi Ranah Minang diwakili oleh visualisasi unik kerbau remaja serta pesona barisan siswi yang tampil anggun dalam balutan pakaian adat Minangkabau. Sementara itu, identitas bumi Ponorogo tetap dipertegas melalui kemunculan maskot burung merak berbulu indah sebagai perlambang kesetiaan sejati.
Kemegahan parade ini ditopang oleh manajemen barisan yang sangat matang dan rapi. Rombongan diawali oleh mobil hias utama, disusul mobil publikasi, serta iring-iringan empat unit mobil jeep bernuansa Nusantara. Jajaran guru tampil sebagai pengawal garda depan, sementara atmosfer jalanan makin hidup berkat hentakan musik dinamis yang dibawakan secara langsung oleh Osdaband di atas kendaraan, mengiringi vokal merdu dari siswi berbakat, Salma.
![]() |
| Iring-iringan cukup panjang dari SMPN 2 Kauman di Kirab Budaya Tutup Suro Bantarangin |
Di luar estetika seni, pawai ini juga sarat akan misi sosial melalui gerakan "Budaya Sodakoh". Seluruh elemen sekolah—mulai dari kepala sekolah, guru, hingga staf tata usaha—turun langsung membagikan kudapan, minuman segar, hingga uang tunai kepada warga yang memadati pinggir jalan. Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah untuk terus menebar manfaat langsung kepada masyarakat luas.
Menariknya, momen ini juga dimanfaatkan sekolah sebagai panggung syiar prestasi masa depan. Melalui mobil publikasi, SMPN 2 Kauman memperkenalkan Yuda Wardana, siswa berprestasi mereka yang sukses menyabet beasiswa pendidikan ke Jepang. Selain itu, mereka juga menyosialisasikan rencana pembukaan Ekstrakurikuler Dalang Cilik pada bulan September mendatang sebagai langkah konkret regenerasi seniman tradisional sejak dini.
![]() |
| SMPN 2 Kauman Ponorogo (DAKAPO) memesona ribuan mata penonton dalam Kirab Budaya Tutup Suro 2026 |
Sebagai satu-satunya sekolah di wilayahnya yang memiliki Kelas Unggulan Seni, ajang tahunan Grebeg Tutup Suro ini memang menjadi ruang pameran taktis bagi talenta muda binaan SMPN 2 Kauman. Kontribusi sekolah ini dalam peta kesenian daerah pun terbilang luar biasa. Lebih dari separuh pengisi acara pada pentas bergengsi “Malam Pesona” yang digelar sebelumnya merupakan anak-anak berbakat dari komunitas Kawulo Bantarangin (KABA), sebuah wadah kesenian yang didominasi oleh siswa-siswi SMPN 2 Kauman.
Melihat kesuksesan besar tersebut, Drs. Indarto Bandono, M.Pd., menyampaikan asa yang mendalam agar lembaganya bisa terus konsisten menelurkan inovasi-inovasi budaya yang segar dan memikat di masa-masa yang akan datang. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi SMPN 2 Kauman bahwa mereka tidak hanya fokus menata masa depan akademis siswa di dalam kelas, melainkan juga berdiri kokoh di garda terdepan sebagai benteng pelestarian tradisi nusantara bagi generasi muda agar tak lekang digilas zaman.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugemg Prasetyo





