![]() |
| Penampilan group Reog Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo di panggung FRR tahun 2026 |
PONOROGO - Panggung Festival Reog Remaja (FRR) dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro XXII Ponorogo mendadak riuh oleh gemuruh tepuk tangan penonton pada Selasa, 9 Juni 2026. Kehebohan ini dipicu oleh penampilan spektakuler dari grup reog kebanggaan SMPN 2 Ponorogo, Reog Jaya Manggala. Membawa ratusan personil ke atas pentas, mereka berhasil menyuguhkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya atraktif dan kompak, tetapi juga memancarkan magis budaya yang begitu kuat hingga membuat siapa pun yang menyaksikannya berdecak kagum.
![]() |
| Prabu Klonosewandono sukses diperankan penuh penjiwaan oleh siswa SMPN 2 Ponorogo |
Rasa bangga dan syukur mendalam langsung terpancar dari wajah Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Syaifudin, M.OR., sesaat setelah anak didiknya menyelesaikan basan pertunjukan. Menurutnya, performa luar biasa yang ditunjukkan di atas panggung merupakan buah manis dari komitmen, disiplin, dan kerja keras seluruh tim. Para pelajar tampil penuh semangat, melebur ego, dan mengeksekusi setiap koreografi serta instruksi dari pelatih maupun pembina dengan sangat mulus. Dengan kualitas penampilan yang begitu matang, pihak sekolah secara terbuka memasang target tinggi pada ajang tahun ini, yakni membawa pulang predikat juara pertama.
![]() |
| Penari jathil yang cantik dan gesit berlenggak-lenggok di atas panggung FRR |
Dibalik kemegahan pertunjukan tersebut, Reog Jaya Manggala ternyata menurunkan kekuatan penuh yang terbilang kolosal untuk ukuran kelompok remaja. Tidak tanggung-tanggung, ada 28 penari Jathil yang bergerak anggun sekaligus lincah, 4 penari Bujang Ganong yang atraktif, 7 Dadak Merak yang berdiri gagah menjulang, serta 20 penari Warok yang berkarakter kuat. Kemegahan visual tersebut semakin hidup berkat kawalan ketat dari jajaran pengrawit dan wirosworo yang berjumlah 125 personil. Totalitas jumlah pemain ini menjadi bukti nyata bahwa SMPN 2 Ponorogo tidak main-main dalam menanamkan dan membudayakan seni reog di lingkungan sekolah.
![]() |
| Perang dalam tari warok sukses dibawakan oleh para siswa |
Imam Syaifudin menegaskan bahwa kecintaan terhadap reog tidak muncul secara instan menjelang festival saja. Seni asli Ponorogo ini telah diintegrasikan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib yang rutin digelar setiap minggu. Untuk menghadapi panggung FRR Grebeg Suro XXII ini sendiri, para siswa telah digembleng lewat latihan intensif selama tiga bulan penuh. Proses panjang yang melelahkan tersebut pada akhirnya berhasil dilewati berkat sinergi yang luar biasa antara para siswa, guru, jajaran pelatih, serta para mitra kerja sekolah. Imam berharap, konsistensi ini dapat terus mewujudkan misi besar bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda yang adi luhung ke generasi muda berikutnya.
![]() |
| Kepala sekolah dan Komite SMPN 2 Ponorogo membersamai saat penampilan Jaya Manggala |
Keberhasilan penampilan memukau ini juga tidak lepas dari sistem pendukung yang kokoh di belakang layar. Ketua Komite SMPN 2 Ponorogo, Sugiani, M.Pd., mengungkapkan bahwa kelancaran aksi Reog Jaya Manggala merupakan hasil kolaborasi harmonis antara pihak sekolah, komite, dan seluruh orang tua murid. Sejak awal persiapan, orang tua siswa dilibatkan secara aktif demi memastikan seluruh kebutuhan anak-anak mereka terpenuhi.
Komite sekolah menegaskan bahwa dukungan penuh dari wali murid adalah modal utama yang membuat kerja sama warga sekolah menjadi begitu solid. Melalui kebersamaan dan kerja keras ini, terselip harapan besar agar anak-anak SMPN 2 Ponorogo tidak hanya sekadar tampil, melainkan mampu meraih predikat terbaik dari yang terbaik dalam kompetisi bergengsi tahun ini.
Reporter: Muhtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo





