Seputarponorogo.com, PONOROGO – Upaya perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Ponorogo mulai memasuki tahap pelaksanaan. Setelah sempat mengalami penundaan karena penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga aspal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kini mulai menjalankan sejumlah proyek peningkatan jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.
Sebagai langkah awal, empat paket pekerjaan peningkatan jalan dengan total nilai anggaran sekitar Rp30 miliar telah memasuki proses lelang. Pemerintah menargetkan seluruh proyek tersebut bisa segera dikerjakan begitu tahapan pengadaan selesai.
Empat Ruas Jalan Prioritas Masuk Tahap Lelang
Empat ruas jalan yang menjadi prioritas dalam paket tersebut meliputi Selur–Wonodadi dengan nilai anggaran Rp7,4 miliar, Badegan–Tulung sebesar Rp7,4 miliar, Pulung–Jurangwuluh senilai Rp7 miliar, serta Jarakan–Kalibening yang dianggarkan Rp8,1 miliar. Seluruh paket pekerjaan telah diumumkan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan proses pengadaan saat ini terus berjalan. Ia berharap pekerjaan fisik dapat dimulai sebelum Juni berakhir.
“Empat paket tersebut sudah masuk proses lelang dan kami berharap dalam waktu dekat bisa segera dikerjakan,” ujar Jamus, Rabu (3/6/2026).
Jeruksing–Jetis Masuk Daftar Prioritas
Selain proyek yang telah dilelang, Pemkab juga menyiapkan perbaikan pada sejumlah ruas jalan lain yang kondisinya cukup memprihatinkan dan memiliki tingkat lalu lintas tinggi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruas Jeruksing–Jetis yang selama ini banyak dikeluhkan warga.
“Beberapa ruas prioritas lainnya juga segera kami tangani, termasuk Jeruksing–Jetis dan sejumlah jalan dengan mobilitas kendaraan yang padat,” jelasnya.
Sementara menunggu proses lelang selesai, DPUPKP terlebih dahulu melakukan pemeliharaan rutin pada sejumlah titik jalan rusak yang dinilai mendesak. Langkah tersebut dilakukan setelah pasokan aspal tersedia dan proses penyesuaian anggaran akibat lonjakan harga material berhasil diselesaikan.
Pemeliharaan Jalan Sudah Dimulai
Kegiatan pemeliharaan telah berlangsung sejak akhir Mei lalu. Beberapa ruas yang sudah mendapat penanganan antara lain Jalan Seloaji, kawasan Jeruksing, hingga Jalan Niken Gandini di Kecamatan Jenangan.
Menurut Jamus, pemeliharaan sementara difokuskan pada titik-titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Untuk ruas Jeruksing dan beberapa lokasi lainnya kami lakukan pemeliharaan rutin lebih dulu karena material aspal sudah tersedia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan perbaikan jalan selama beberapa bulan terakhir bukan disebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur. Pemkab harus melakukan penghitungan ulang anggaran setelah terjadi kenaikan harga aspal yang berdampak pada rencana pekerjaan.
Kini, setelah kebutuhan material terpenuhi dan tahapan administrasi selesai, program perbaikan jalan mulai dijalankan secara bertahap. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami proses yang sedang berlangsung sembari menunggu seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal.
“Saat ini aspal sudah datang dan pekerjaan perbaikan akan segera kami lakukan,” pungkas Jamus.


