![]() |
| Penyanyi Silvi Kumalasari mengguncang panggung tasyakuran kelulusan SMKN 1 Badegan |
PONOROGO - Momentum perayaan kelulusan SMKN 1 Badegan ini patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Ada cara tersendiri bagi lembaga pendidikan vokasi untuk melepas para siswanya. Bukan hanya dengan tangis haru yang sendu, melainkan lewat sebuah perayaan kultural yang bertenaga. Lapangan utama SMKN 1 Badegan, Ponorogo, mendadak berubah menjadi arena festival yang bergemuruh pada Kamis (21/5/2026). Di bawah iringan Mustika Music yang menggema dan spektakuker, ratusan alumnus kelas XII merayakan berakhirnya masa seragam putih-abu-abu mereka bersama Silvy Kumalasari, sinden sekaligus penyanyi kontemporer asal Tulungagung yang tengah naik daun.
![]() |
| Silvi Kumalasari mampu menghipnotis keluarga besar SMKN 1 Badegan |
Acara bertajuk Pentas Seni (Pensi) Purnawiyata ini menjadi babak penutup yang kontras namun saling melengkapi dari rangkaian kelulusan angkatan ke-XIX. Jika pada Selasa (19/5/2026) lalu para siswa mengenakan kebaya dan jas formal dalam prosesi pengukuhan yang khidmat di Gedung Graha Gista Jaya, maka kamis siang itu menjadi ruang bagi mereka untuk merayakan kebebasan ekspresi lewat tema "One Step Shapes the Future".
Sejak pagi, panggung sebenarnya sudah dipanaskan oleh talenta lokal sekolah. Mulai dari liukan dinamis Tari Jathil,sebuah penghormatan pada akar budaya Ponorogo,hingga performa modern dari Blue Band yang diselingi riuh pembagian doorprize. Namun, magnet utama tetap berada pada figur Silvy Kumalasari.
![]() |
| Foto bersama keluarga besar SMKN 1 Badegan dengan penyanyi top Silvi Kumalasari |
Begitu sang diva naik ke atas pentas, sekat antara guru dan murid seolah melebur. Silvy yang dikenal cerdas memadukan cengkok tradisional dengan ketukan rock dangdut modern langsung mengomandoi massa. Enam lagu hits digelontorkan tanpa jeda, mulai dari nomor-nomor berirama rancak seperti Gadis Manis Kalimantan, Denok, hingga tembang penuh emosi seperti Jangan Paksa Rindu (Beda), Gala Gala, dan Negoro Angin. Puncaknya, lagu Yang Penting Happy gubahan Jamal Mirdad dipilih sebagai gong penutup. Lagu ini sukses memaksa jajaran kepala sekolah, guru, hingga staf tata usaha untuk turun ke lapangan, berbaur dengan para siswa dalam satu lingkaran joget massal yang penuh tawa. Di sela-sela lagu, Silvy sempat menaruh mikrofonnya sejenak untuk melangitkan doa agar para lulusan mampu menaklukkan ketatnya persaingan di luar gerbang sekolah.
![]() |
| Kepala SMKN 1 Badegan, Sujono, M.Pd foto bersama Silvi Kumalasari |
Histeria perayaan ini sejatinya memiliki fondasi yang kuat secara akademis. Riuh rendah di lapangan adalah bentuk selebrasi atas keberhasilan SMKN 1 Badegan meluluskan 100 persen siswanya tahun ini. Kepala SMKN 1 Badegan, Sujono, S.Pd., M.Pd., mengonfirmasi bahwa ada 578 pucuk surat kelulusan yang diserahkan, terdiri dari 373 siswa laki-laki dan 205 siswa perempuan.
Angka kelulusan massal ini terbagi ke dalam empat koridor keahlian teknis yang menjadi pasokan utama industri lokal dan nasional:
Teknik Kendaraan Ringan: 196 lulusan
Teknik Komputer dan Jaringan: 196 lulusan
Teknik Sepeda Motor: 113 lulusan
Kuliner: 73 lulusan
![]() |
| Hadirin yang datang antusias mengikuti jalannya acara penutupan tasyakuran |
Bagi Sujono, angkatan ini bukan sekadar statistik angka kelulusan di atas kertas. Mereka dipulangkan ke orang tua masing-masing dengan membawa portofolio prestasi yang tebal. Di level regional, sekolah ini mengukuhkan diri sebagai juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Kabupaten Ponorogo dengan menyapu bersih podium pertama di 7 mata lomba. Di tingkat Provinsi Jawa Timur, taji mereka tetap tak terbendung: meraih Juara 2 di bidang Teknik Sepeda Motor, Juara 3 bidang Teknik Komputer Jaringan atas nama Riando Firdaus, serta performa impresif di kategori Body Repair.
Validasi paling riil dari kualitas lulusan tahun ini justru terlihat dari data serapan sebelum ijazah fisik resmi keluar dari ruang tata usaha. Tercatat, 8 siswa sudah mengamankan tiket kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi tanpa tes. Sementara itu, 52 siswa lainnya sudah beralih status menjadi pekerja profesional setelah menandatangani kontrak dengan berbagai perusahaan mitra berskala nasional.
![]() |
| Penampilan group musik yang menambah suasana penutupan tasyakuran jadi meriah |
Konser rock dangdut campursari Silvy Kumalasari siang itu pada akhirnya bukan sekadar hiburan pelepas penat, melainkan sebuah pesta pelepasan yang layak bagi para teknokrat muda Badegan yang siap menggerakkan roda industri roda empat, jaringan komputer, hingga sektor kuliner Indonesia.
Acara ditutup dengan foto bersama Kepala Sekolah, para Guru, para panitia dengan Silvy Kumalasari sebagai wujud jenang- kenangan, kebersamaan dan memantik semangat untuk terus berkarya dan berprestasi.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo






