![]() |
| Foto bersama dalam upacara pelepasan siswa-siswi PKL SMKN 2 Ponorogo |
PONOROGO - Gema semangat dan rona optimisme terpancar dari wajah ratusan siswa SMK Negeri 2 Ponorogo yang memadati halaman utama sekolah pada Rabu (01/04/2026). Di bawah langit pagi yang cerah, institusi pendidikan kejuruan ternama di Bumi Reog ini secara resmi menggelar upacara pelepasan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang kedua.
Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik rutin, melainkan sebuah langkah besar bagi para siswa untuk bertransformasi dari pelajar kelas menjadi calon profesional yang siap bertarung di kerasnya dinamika Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sebaran lokasi penempatan kali ini pun tergolong luas, mencakup kota-kota besar yang menjadi pusat industri dan pariwisata seperti Surabaya, Solo, hingga Yogyakarta, tanpa melupakan kemitraan strategis dengan berbagai unit usaha lokal di wilayah Ponorogo.
![]() |
| Penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta PKL oleh Kepala SMKN 2 Ponorogo |
Ada yang istimewa dalam pelepasan kali ini, di mana aspek keselamatan dan kesejahteraan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah. Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd., secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan siswa di hadapan seluruh peserta upacara. Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk memagari para siswa dari risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian lainnya selama enam bulan masa pengabdian di industri.
![]() |
| Sambutan Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd |
Dalam sambutannya, Suryanto menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ini merupakan bentuk keseriusan sekolah dalam menjamin ketenangan batin, baik bagi siswa maupun orang tua, sehingga fokus utama mereka tetap tertuju pada penyerapan ilmu dan pengasahan kompetensi teknis di lapangan tanpa rasa cemas yang berlebihan.
Lebih lanjut, Suryanto menitipkan pesan mendalam mengenai pentingnya revolusi mental bagi setiap peserta PKL. Ia mengimbau agar para siswa mampu menanggalkan egoisme pribadi dan mulai mengadopsi mentalitas pekerja profesional yang mengedepankan kedisiplinan serta integritas tinggi.
![]() |
| Antusias sisiwi PKL dalam upacara pemberangkatam |
Menurutnya, kepandaian intelektual akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang kaku dan cepat. Karakter jujur, santun, dan taat aturan bukan lagi sekadar nilai tambahan, melainkan kunci utama bagi siswa agar teori yang selama ini dipelajari di bangku sekolah dapat terimplementasi secara sempurna dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan tempat mereka bernaung.
Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Sri Sumaryana, S.Pd., M.Pd., memaparkan bahwa pemetaan lokasi PKL telah dilakukan secara matang berdasarkan linieritas keahlian masing-masing program studi. Mulai dari ketelitian siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), standar tinggi di bidang Perhotelan dan Layanan Wisata, hingga kreativitas di sektor Kuliner, semuanya ditempatkan pada mitra industri yang relevan.
![]() |
| Ratusan siswi SMKN 2 Ponorogo mengikuti upacara pemberangkatan |
Sri Sumaryana juga menekankan bahwa periode PKL ini merupakan ajang "jemput bola" bagi masa depan mereka sendiri. Perusahaan cenderung tidak akan melepas talenta yang sudah terbukti memiliki performa gemilang selama magang. Oleh karena itu, peluang untuk langsung direkrut sebagai tenaga kerja tetap setelah lulus terbuka sangat lebar bagi mereka yang mampu menunjukkan dedikasi luar biasa.
"Melalui sinergi antara kesiapan mental yang tangguh, perlindungan jaminan sosial yang kuat, serta penempatan industri yang tepat sasaran, SMKN 2 Ponorogo menaruh harapan besar agar lulusannya tidak hanya sekadar mencari kerja, tetapi menjadi tenaga kerja kompeten yang siap mendominasi kancah global, "pungkasnya.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo





