Iklan

πŸ“’ Pasang Iklan Disini

Tragedi Sungai di Jambon Ponorogo, Empat Bocah Bersaudara Tewas Tenggelam di Lokasi Terpencil

Seputarponorogo.com
Jumat, 06 Februari 2026
Last Updated 2026-02-06T09:43:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
πŸ“² Hubungi via WhatsApp

Tragedi Sungai di Jambon Ponorogo, Empat Bocah Bersaudara Tewas Tenggelam di Lokasi Terpencil

Seputarponorogo.com (Ponorogo)—Suasana duka menyelimuti Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, setelah empat bocah ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai, Jumat (6/2/2026). Insiden tragis ini terjadi di lokasi sungai yang berada di kawasan bawah bukit dan relatif terpencil dari permukiman warga.

Keempat korban diketahui masih berusia sangat belia. Tiga di antaranya merupakan anak perempuan usia PAUD/TK, sementara satu korban lainnya adalah anak laki-laki yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Kesedihan warga semakin mendalam karena seluruh korban masih memiliki hubungan kekerabatan dekat dan tinggal dalam satu lingkungan.

Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga. Tanpa menunggu bantuan pihak lain, orang tua dan kerabat korban langsung melakukan pencarian dan evakuasi setelah menyadari anak-anak tersebut berada di aliran sungai. Para korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Jambon untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, nyawa keempat anak itu tidak dapat diselamatkan. Saat tiba di fasilitas kesehatan, seluruh korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Modin Desa Sidoharjo, Suwarto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi sungai sebenarnya merupakan belik atau penampungan air, yang biasanya terlihat tenang ketika tidak ada aliran air dari gunung.

“Ya sungainya itu kalau tidak ada hujan atau dari gunung yang tidak mengalir. Ya tenggelam di belik gitu. Total 4 anak, perempuan 3 usia PAUD/TK dan 1 laki-laki kelas 1 SD,” ujar Suwarto, Jumat (6/2/2026).

Hingga kini, kronologi pasti kejadian belum diketahui secara jelas. Minimnya saksi mata serta kondisi keluarga korban yang masih syok membuat perangkat desa belum bisa menggali informasi lebih detail mengenai waktu dan penyebab awal tragedi tersebut.

“Itu nggak ada yang tahu, yang tahu mungkin orang tuanya, tapi belum bisa dikonfirmasi,” jelas Suwarto.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyelamatan murni dilakukan oleh keluarga korban, sebelum akhirnya dibantu warga untuk membawa anak-anak tersebut ke puskesmas. Sayangnya, saat berhasil diangkat dari dasar sungai, kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Yang nolong juga orang tua. Dibawa ke sini (Puskesmas Jambon) sudah meninggal,” imbuhnya.

Sungai tempat kejadian dikenal memiliki akses yang cukup sulit, karena berada di bawah bukit dan dikelilingi jurang curam. Jaraknya yang jauh dari rumah warga membuat aktivitas anak-anak di lokasi tersebut luput dari pantauan masyarakat.

“Lokasinya di bawah bukit, bawah jurang. Masuk wilayah Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo,” terang Suwarto.

Saat ini, warga desa berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. “Masih saudara semua, satu lingkungan,” pungkasnya.



Reporter: N/A
Editor: N/A

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

πŸ“’ Pasang Iklan Disini