Seputarponorogo.com, PONOROGO—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bungkal, Ponorogo, berujung petaka. Jembatan Depok di Desa Nambak dilaporkan ambrol pada Rabu malam (4/2/2026) dan menyebabkan dua pengendara sepeda motor terperosok saat melintas.
Dua korban berinisial SW dan AW, warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, diketahui sedang mengendarai sepeda motor ketika jembatan tersebut runtuh. Keduanya merupakan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan langsung dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka-luka.
Warga setempat, Siti Maryam, mengungkapkan bahwa hujan sempat turun sebelum kejadian. Ia juga menyebut kondisi jembatan memang sudah lama mengalami kerusakan dan hanya difungsikan sebagai jalur darurat.
“Sebelum kejadian sempat terdengar suara rruuug. Kami tidak tahu kalau jembatan sudah ambrol. Sekitar setengah jam kemudian terdengar suara brakk, motor jatuh, lalu ada teriakan minta tolong,” tuturnya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Siti, jembatan yang dikenal warga dengan sebutan Jembatan Depok itu telah rusak sejak puluhan tahun lalu. Meski demikian, jembatan tetap digunakan sebagai akses darurat selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
Ia menjelaskan, ambrolnya jembatan terjadi secara bertahap. Sebelumnya, bagian selatan jembatan terlebih dahulu runtuh, sementara kali ini sisi utara menyusul mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, Kepala Desa Nambak, Tugimin, membenarkan bahwa jembatan darurat tersebut dibangun pada tahun 2022. Namun, pondasinya kembali rusak dan diduga tergerus derasnya aliran sungai, diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah di bawah jembatan.
“Sekarang jembatan tidak bisa dilewati sama sekali. Untuk sementara, warga harus menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Pahlawan di sebelah barat Desa Nambak,” jelasnya.
Pasca insiden ambrolnya jembatan, akses utama warga Desa Koripan, Desa Bekare, dan Desa Nambak terputus. Warga terpaksa memutar sejauh 4 hingga 5 kilometer untuk beraktivitas sehari-hari, yang sebelumnya mengandalkan jembatan tersebut sebagai jalur penghubung utama.


