Makassar, Seputarponorogo.com – Aksi protes atas tewasnya seorang pengemudi ojek online di Jakarta berujung amuk massa di Kota Makassar, Jumat (29/8) malam. Gedung DPRD Kota Makassar porak-poranda setelah dijarah dan dibakar.
Kerusuhan pecah saat ribuan demonstran mendatangi kompleks DPRD. Semula mereka hanya berorasi, namun situasi berubah panas ketika massa membakar sejumlah kendaraan di halaman gedung. Api dengan cepat menjalar ke ruang utama DPRD setelah pagar jebol dan massa menerobos masuk.
Akibatnya, 10 mobil dan 3 sepeda motor hangus terbakar. Lebih parah, kebakaran memakan korban jiwa: empat orang meninggal dunia, dua luka kritis, serta tiga lainnya dilarikan ke rumah sakit.
“Api membesar sangat cepat, kami kesulitan mengevakuasi korban karena situasi kacau,” ungkap salah satu relawan penyelamat.
Suasana kian tak terkendali. Sejumlah saksi mata menyebut kantor DPRD berubah layaknya “wisata kebakaran”. Banyak warga justru berkerumun untuk berfoto di tengah bangkai gedung hangus, sementara sebagian lainnya menjarah barang-barang yang tersisa.
Aksi pembakaran ini disebut sebagai bentuk solidaritas atas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa itu memicu gelombang protes di berbagai kota, termasuk Makassar dan Solo.
Di Solo, kerusuhan juga pecah Sabtu (30/8) dini hari. Massa membakar salah satu gedung di lingkungan DPRD Kota Solo. Ironisnya, mobil pemadam kebakaran yang hendak menjinakkan api justru dihalau, bahkan dinaiki demonstran, sehingga petugas terpaksa mundur.
Hingga Sabtu pagi, aparat kepolisian masih melakukan penyekatan dan penjagaan ketat di sekitar gedung DPRD di dua kota tersebut. Pemerintah daerah berjanji melakukan investigasi menyeluruh, sementara kepolisian menegaskan akan menindak tegas aktor-aktor provokasi.