![]() |
| Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita melihat dari dekat inovasi digital buah karya siswa-siswi SMA Negeri 2 Ponorogo |
PONOROGO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMAN 2 Ponorogo dalam ajang inovasi daerah bergengsi. Sekolah ini sukses menyabet gelar Juara 1 Kategori Bidang Pendidikan Menengah dalam ajang Ponorogo Inotek Award Tahun 2026 melalui inovasi unggulan mereka yang bertajuk SPECTRA (Sistem Profil, Evaluasi, & Citra Talenta Siswa).
Momen penyerahan penghargaan tersebut berlangsung sangat meriah dan menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara malam puncak Closing Ceremony Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Alun-Alun Ponorogo pada Jumat malam, 6 November 2026.
Trofi dan penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Ponorogo, Supardi, S.Pd., M.Pd., di atas panggung utama yang disaksikan secara langsung oleh ribuan pasang mata masyarakat Ponorogo. Selain piagam dan piala kebanggaan, SMAN 2 Ponorogo juga membawa pulang apresiasi pembinaan sebesar Rp 7.500.000,- sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan inovasi pendidikan di tingkat sekolah menengah.
![]() |
| Karya siswa-siswi SMAN 2 Ponorogo yang membawanya meraih juara 1 Ponorogo Inotek Awards Tahun 2026 |
Keberhasilan sekolah yang akrab dijuluki SMADA ini kian terasa lengkap karena jajaran pimpinan daerah menyempatkan diri untuk hadir dan melihat langsung karya-karya anak didik mereka. Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., bersama Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., dan Sekretaris Daerah Dr. Agus Sugiarto, M.Si., menyempatkan waktu berharga mereka untuk menyambangi booth pameran SMAN 2 Ponorogo di area perhelatan.
Di hadapan orang nomor satu di Kota Reog tersebut, tim inovasi sekolah memaparkan keunggulan sistem SPECTRA. Inovasi ini dinilai luar biasa karena mampu mendigitalisasi tata kelola kesiswaan secara paperless (bebas kertas) serta mempercepat proses diagnostik siswa hanya dalam waktu 2 detik secara real-time. Tidak hanya itu, sistem cerdas ini juga diklaim mampu memberikan tingkat presisi kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) hingga 78,5%, serta dilengkapi dengan fitur mitigasi Early Warning System (EWS) untuk memantau perkembangan siswa secara komprehensif.
![]() |
| Penyerahan hadiah dari Wakil Pimpinan DPRD Ponorogo diberikan kepada Plt. Kepala SMAN 2 Ponorogo Supardi, M.Pd sebagai juara 1 |
Tidak hanya berhenti pada SPECTRA, pimpinan daerah yang hadir juga tampak antusias menjajal inovasi unggulan lainnya yang dibawa oleh SMAN 2 Ponorogo, yakni sistem irigasi cerdas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan Internet untuk Segala (Internet of Things / IoT) yang diberi nama TIRTO. Selain itu, mereka juga mencoba game edukasi interaktif bertajuk PAWON REYOG.
Saat mencoba langsung game edukasi tersebut, Plt. Bupati Lisdyarita tampak antusias dan memberikan apresiasi tinggi, memuji konsepnya sebagai media edukasi kuliner dan pelestarian budaya lokal yang sangat kreatif dan aplikatif.
Menanggapi capaian gemilang yang diraih oleh institusinya, Plt Kepala SMAN 2 Ponorogo, Supardi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kerja keras seluruh tim, guru, staf, serta seluruh civitas akademika SMADA.
![]() |
| Antusias para pengunjung untuk melihat stand dari SMA Negeri 2 Ponorogo |
"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi hebat civitas akademika SMAN 2 Ponorogo. Melalui inovasi seperti SPECTRA, TIRTO, hingga PAWON REYOG, kami ingin membuktikan bahwa SMADA selalu siap bersinergi, beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta terus mempersembahkan karya nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas di Kabupaten Ponorogo," tegas Supardi penuh rasa bangga.
Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi pemacu semangat bagi SMAN 2 Ponorogo untuk terus berinovasi di masa depan, tetapi juga mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Ponorogo untuk terus melahirkan karya-karya kreatif yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo



