Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Hadiri Peletakan Batu Pertama Klinik Al-Manar dan Wisuda UMPO ke 60, Wamenko Pangan Serukan Inovasi Lintas Disiplin Ilmu

Seputar Ponorogo
Sabtu, 04 Juli 2026
Last Updated 2026-07-04T11:43:36Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp
Peletakan batu pertama pembangunan klinik Pratama Al-Manar UMPO bersama Wamen Koordinator Bidang Pangan

PONOROGO - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali mengukir sejarah peradaban. Tidak hanya melepas ratusan pasang sarjana baru dalam momentum acara Wisuda ke-60 ke tengah masyarakat, melainkan juga menancapkan fondasi fisik bagi pengabdian sosial yang lebih luas. Melalui sebuah seremoni tasyakuran yang sarat akan nilai budaya, kampus yang menjuluki dirinya sebagai "The Reog University" ini resmi memulai pembangunan Klinik Pratama Al-Manar di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Sabtu (4/7).

Keputusan memindahkan dan memperluas klinik ke luar area utama kampus bukanlah tanpa alasan yang matang. Di hadapan para undangan, Rektor UMPO, Dr. Ridho Kurnianto, M.Ag., mengungkapkan bahwa animo masyarakat umum untuk berobat ke Klinik Al-Manar sangatlah tinggi, mencapai sedikitnya 60 pasien setiap hari. Namun, lokasi lama yang berada di dalam lingkungan kampus kerap membuat warga sekitar, terutama yang datang dengan pakaian santai seperti bersarung, merasa sungkan dan canggung. 
Wamenko Bidang Pangan RI menaiki becak dari UMPO ke lokasi pembangunan klinik Al-Manar. Foto bawah penyerahan bantuan pangan

Selain urusan kenyamanan psikologis pasien, terang Ridho, keterbatasan lahan kampus untuk pengolahan limbah medis serta kebutuhan mendesak akan ruang kelas baru bagi Fakultas Hukum menjadi pendorong utama ekspansi ini. Di lahan baru yang lebih luas, klinik ini diproyeksikan berkembang menjadi fasilitas rawat inap sekaligus pusat laboratorium terintegrasi untuk rumpun ilmu kesehatan, seperti kebidanan, keperawatan, dan fisioterapi yang tengah membidik akreditasi unggul.
Prosesi peletakan batu pertama dan antusias tamu undangan menyaksikan

Geliat pembangunan ini kian bermakna lantaran berbarengan dengan prosesi Wisuda ke-60 UMPO di Gedung Expotorium. Sebanyak 271 wisudawan dari berbagai jenjang resmi dikukuhkan, menambah jajaran alumni kampus tersebut menjadi lebih dari 22 ribu orang. Acara seremonial ini pun kian semarak ketika Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSRM Simo Budi Utomo menyuguhkan atraksi Reog Ponorogo yang memukau, menegaskan identitas institusi yang berhasil mengawinkan 28 program studinya dengan kearifan lokal hingga mendapat pengakuan dunia.

Hadir di tengah-tengah civitas akademika, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., tidak sekadar mengikuti seremonial peletakan batu pertama, tetapi juga menyampaikan orasi ilmiah yang membakar semangat para lulusan baru. Dalam pidatonya yang bertajuk pentingnya kecerdasan buatan dalam pilar ketahanan pangan, Hanif mengingatkan dengan tegas bahwa kedaulatan sebuah negara akan rapuh jika urusan isi piringnya masih bergantung pada bangsa lain. Indonesia saat ini tengah dikepung oleh persoalan pelik, mulai dari alih fungsi lahan subur, rantai distribusi yang karut-marut, hingga enggannya generasi muda melirik sektor pertanian.
Sambutan dan orasi ilmiah di acara wisuda dan peletakan batu pertama Klinik Al-Manar UMPO

Menanggapi tantangan besar tersebut, Hanif menyerukan agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak menjadi beban, melainkan mesin penggerak inovasi. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga ketahanan pangan dan merombak ekonomi agraria bukanlah beban program studi pertanian semata. Seluruh lulusan baru UMPO, apa pun latar belakang disiplin ilmunya, ditantang untuk mengambil peran aktif dan berkolaborasi dalam menciptakan ketahanan pangan masa depan.
Prosesi wisuda ke-60 UMPO di Expotorium UMPO

Kombinasi antara perluasan fasilitas kesehatan masyarakat dan dorongan inovasi pangan ini menjadi sinyal kuat bahwa UMPO tidak hanya berfokus pada menara gading akademik. Rektor Ridho bahkan membocorkan rencana jangka panjang kampus untuk membangun Edupark seluas dua hektar di sebelah timur Ponorogo. Proyek ambisius yang bekerja sama dengan ITS dan Balai Besar KSDA Jawa Timur ini dirancang sebagai pusat riset dunia, tempat pelestarian flora dan fauna langka seperti penangkaran merak hijau sebagai bahan baku reog, serta living museum yang akan memboyong kembali literasi sejarah lokal dari perpustakaan Belanda. Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu membawa keberkahan dan dampak nyata, baik bagi kesehatan rakyat maupun kedaulatan bangsa.


Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini