![]() |
| Foti bersama penuh kekompakan siswa berprestasi bersama Kepala Dispendik Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan |
PONOROGO – Gema prestasi kembali terpancar dari salah satu institusi pendidikan vokasi ternama di Bumi Reyog. SMKN 1 Jenangan, atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan STMJ, membuktikan diri bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan inkubator sumber daya manusia (SDM) yang siap bertarung di kancah global. Hal ini terpotret jelas dalam prosesi pelepasan 746 siswa kelas XII yang digelar di Hall Nanggala pada Kamis (30/4/2026).
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti ruangan saat fakta mencengangkan terungkap: mayoritas dari ratusan siswa tersebut sudah menyandang status sebagai karyawan di berbagai perusahaan besar, baik skala nasional maupun internasional. Kondisi ini terjadi bahkan sebelum ijazah resmi mereka cetak, sebuah anomali positif yang membuktikan bahwa kompetensi jauh lebih berharga daripada selembar kertas formal di mata industri.
![]() |
| Siswa-siswa berprestasi SMKN 1 Jenangan foto bersama usai menerima penghargaan |
Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayani, S.Pd. M.Pd., menjelaskan bahwa percepatan jadwal pelepasan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Tuntutan dunia kerja yang sangat masif terhadap lulusan STMJ membuat pihak sekolah harus bergerak cepat agar para siswa bisa segera memenuhi panggilan tugas di perusahaan-perusahaan mitra.
“Banyak anak-anak kami yang harus segera berangkat untuk mulai bekerja. Mereka tidak perlu lagi menunggu ijazah fisik untuk membuktikan skill mereka, karena industri sudah mevalidasi kemampuan mereka melalui program rekrutmen yang ketat sebelum kelulusan,” tegas Farida di hadapan para wali murid dan tamu undangan.
Kesuksesan ini merupakan buah manis dari konsistensi sekolah dalam menerapkan program Link and Match. Kurikulum yang disusun tidak hanya terpaku pada teori di buku teks, tetapi diselaraskan secara dinamis dengan kebutuhan industri masa kini. Efeknya, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan berhasil dipangkas hingga ke titik minimal.
![]() |
| Ucapan selamat dari Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayni memberi kepada para lulusan |
Farida menambahkan bahwa napas utama dari sekolah ini adalah prestasi. Mengusung moto “Tiada Hari Tanpa Prestasi”, STMJ sukses menanamkan mental juara ke dalam sanubari setiap siswa. Prestasi mereka pun kini tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat lokal. Kabar menggembirakan datang dari level internasional, di mana pada Juli mendatang, delegasi siswa SMKN 1 Jenangan dijadwalkan akan bertolak ke China untuk berkompetisi di ajang bergengsi.
Dukungan terhadap kualitas STMJ juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi kuat antara sekolah, orang tua, dan industri. Menurutnya, keseimbangan antara keterampilan teknis (hard skills) dengan pembentukan karakter serta kedisiplinan yang ketat menjadi kunci mengapa STMJ tetap menjadi primadona dan pilihan utama masyarakat.
![]() |
| Sambutan dari Kadispendik Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan, Maskun, S.Pd. M.Pd. |
Sisi menarik lainnya dari prosesi tahun ini adalah konsep acara yang jauh dari kesan glamor atau sekadar seremonial belaka. Ketua Panitia, Samsul Arifin, ST, menekankan bahwa pelepasan kali ini dilakukan tanpa atribut toga atau wisuda mewah. Para siswa tampil dengan almamater kebanggaan sebagai simbol kesiapan mereka untuk terjun langsung ke masyarakat.
“Cukup dengan almamater. Ini adalah identitas bahwa mereka adalah tenaga profesional yang siap pakai. Lulusan kami tidak hanya mengejar ijazah, tetapi membawa kompetensi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh dunia usaha, dunia industri, maupun saat mereka memilih untuk berwirausaha atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Samsul Arifin.
Dengan pelepasan 746 lulusan tahun ini, SMKN 1 Jenangan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung visi besar pemerintah untuk menciptakan generasi emas yang mandiri dan kompetitif di pasar tenaga kerja internasional.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo




