![]() |
| Siswa-siswi lulusan berptestasi foto bersama usai menerima penghargaan dari Kepala SMAN 2 Ponorogo |
PONOROGO - Halaman SMAN 2 Ponorogo (SMADA) pada Senin, 11 Mei 2026, menjadi saksi bisu berkumpulnya energi positif dan rasa bangga yang luar biasa dalam perhelatan “Apresiasi Kelulusan” siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 354 siswa yang kini menyandang identitas sebagai alumni SMADA 44 secara resmi dilepas untuk melanjutkan estafet perjuangan mereka ke jenjang pendidikan tinggi.
Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan rutin, melainkan sebuah proklamasi atas keberhasilan sekolah yang terus mengukuhkan posisinya sebagai episentrum prestasi di Jawa Timur. Keberhasilan angkatan ini terasa semakin spesial karena ditandai dengan angka kelulusan sempurna 100 persen serta dominasi di berbagai jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sangat masif.
![]() |
| Prosesi pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri 2 Ponorogo |
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannta tak mampu menyembunyikan rasa haru sekaligus bangga saat memaparkan rapor emas para siswanya. Beliau menekankan bahwa perjuangan selama tiga tahun di "Bumi Reog" kini telah membuahkan hasil manis. Grafik penerimaan PTN tahun ini tercatat sangat membanggakan melalui berbagai lini, mulai dari jalur SNBP, Poltekkes, hingga SPAN-PTKIN.
Sebagai bentuk penghargaan, sekolah secara khusus mengumumkan 10 lulusan terbaik yang mencatatkan nilai dan capaian luar biasa. Di puncak daftar tersebut, terdapat nama Imelda Nasyila Putri Leksono (Terbaik 1) dan Khariza Fazari Sofia (Terbaik 2) yang keduanya sukses menembus S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR). Disusul oleh Fadilah Roshidatul A’la (Terbaik 3) yang diterima di S1 Kedokteran Gigi UNAIR, serta Stefani Armelia Rarasati (Terbaik 10) yang berhasil mengamankan kursi di S1 Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
![]() |
| Sambutan dari Kepala SMA Negeri 2 Ponorogo, Mursid, S.Pd. M.Pd. |
Lanjut Mursid, Namun prestasi alumni SMADA 44 tidak hanya terbatas pada dinding-dinding kelas. Nama SMADA kini tengah menggema di level global melalui kiprah Hanin Naurayani Alifah dan Khariza Fazari Sofia.
Dalam momentum pelepasan tersebut, Mursyid secara khusus memohon doa restu dari seluruh keluarga besar sekolah dan tamu undangan, karena kedua siswi tersebut tengah berjuang mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat internasional yang diselenggarakan di Malaysia. Capaian internasional ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum dan pembinaan karakter di SMAN 2 Ponorogo mampu mencetak peneliti muda yang kompetitif di kancah dunia.
![]() |
| Tenaga pendidik dan kependidikan foto bersama Kepala SMAN Ponorogo |
Sebagai penutup, Mursyid membekali para lulusan dengan pesan filosofis dari diplomat Stephen Rickard. Beliau mengingatkan bahwa perjalanan di perguruan tinggi dan dunia profesional tidak akan selalu mulus, namun kegagalan sejati hanyalah milik mereka yang jatuh dan memilih untuk tidak bangkit kembali. Dengan karakter yang telah ditempa kuat dan bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni, 354 lulusan smada 44 ini kini melangkah keluar dengan kepala tegak, siap bertransformasi menjadi pemimpin masa depan yang membawa harum nama Ponorogo di mana pun mereka berada.
![]() |
| Sambutan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo - Magetan, Maskun, S.Pd. MM |
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan, Maskun, S.Pd., M.M., yang turut hadir, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi SMADA. Ia menjuluki SMAN 2 Ponorogo sebagai “Sekolah Besar” yang memiliki keunikan dalam memadukan unsur intelektualitas dan estetika secara apik. “Dengan ilmu hidup menjadi terarah, dengan seni hidup menjadi indah,” kutip Maskun dalam sambutannya.
Ia memuji bagaimana sekolah ini mampu mempertahankan status juara umum di bidang seni seperti FLS2N tingkat provinsi, namun tetap tidak kehilangan taringnya dalam kompetisi akademik. Maskun juga memberikan dorongan moral bagi para siswa yang masih akan bertarung di jalur UTBK-SNBT pada 25 Mei mendatang, agar mereka tetap menjaga mental juara hingga titik darah penghabisan.
![]() |
| Sambutan dari Komite SMA Negeri 2 Ponorogo |
Suasana haru memuncak saat Ketua Komite SMAN 2 Ponorogo, Riyadi, SH., mewakili orang tua siswa, memberikan pesan penyejuk bagi para lulusan. Beliau menegaskan bahwa meskipun status mereka kini telah menjadi alumni, ikatan batin dengan sekolah dan ketaatan kepada guru serta orang tua harus tetap dijaga. Riyadi mengingatkan bahwa doa orang tua adalah kunci utama bagi keberkahan ilmu yang telah mereka timba selama tiga tahun. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika selama koordinasi antara wali murid dan sekolah terdapat hal-hal yang kurang berkenan, sembari mengapresiasi dukungan luar biasa dari seluruh orang tua yang menjadi fondasi kelancaran proses belajar mengajar.
"Jaga diri kalian, jaga almamater dimanapun anda berada. Tunjukkan bahwa Alumni SMADA siap menjadi garda terdepan dalam melanjutkan peradaban dan bermanfaat untuk diri sendiri, bangsa dan negara, "pungkasnya.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo






