Seputarponorogo.com, (Ponorogo)—Pencarian terhadap Adi Saputra (14), pelajar SMP asal Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, berakhir tragis. Remaja yang sempat dinyatakan hilang selama tiga hari itu ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 30 meter pada Senin pagi, membuat warga sekitar lokasi kejadian diliputi duka mendalam.
Penemuan jasad korban langsung menyita perhatian masyarakat karena proses evakuasi berlangsung penuh risiko. Kedalaman sumur yang ekstrem ditambah dugaan adanya gas beracun di bagian dasar membuat petugas harus menjalankan prosedur penyelamatan secara ketat dan terukur.
Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Jambon, BPBD Ponorogo, dan Basarnas Pos Trenggalek sudah berada di lokasi untuk melakukan persiapan. Setelah seluruh aspek keselamatan dipastikan, satu personel SAR diterjunkan ke dalam sumur dengan perlengkapan khusus guna mengevakuasi jenazah korban.
Petugas Basarnas Pos Trenggalek, Fitra Adma Chasandra, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah menguras gas di dalam sumur. Tindakan tersebut wajib dilakukan demi menghindari risiko keracunan pada petugas yang bekerja di ruang terbatas.
“Sumurnya sangat dalam dan ada indikasi gas di bagian bawah, sehingga harus dilakukan pengurasan gas terlebih dahulu sebelum proses pengangkatan jenazah,” ujarnya.
Setelah kondisi dinyatakan aman, jenazah korban kemudian diikat secara perlahan dan ditarik ke permukaan menggunakan peralatan khusus, dengan bantuan warga yang turut menyaksikan proses evakuasi dari atas.
Suasana haru tak terelakkan ketika tubuh korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur. Tangis keluarga pecah di lokasi, menandai berakhirnya penantian panjang sejak korban dilaporkan menghilang beberapa hari sebelumnya.
Kapolsek Jambon, AKP Purwadi Sekiantoro, mengungkapkan bahwa Adi Saputra dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Jumat malam. Selama masa pencarian, warga setempat sempat melakukan upaya tradisional untuk menemukan keberadaan korban.
“Korban dilaporkan hilang selama tiga hari. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda atau perilaku mencurigakan dari korban,” jelas Kapolsek.
Saat ini, Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab korban bisa berada di dalam sumur tersebut. Jenazah telah dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk dilakukan autopsi sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Sementara itu, area sumur ditutup sementara dan dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah TKP, sekaligus sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kejadian serupa yang membahayakan warga sekitar.


