Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini, Senin 23 Februari 2026 Wilayah Ponorogo dan Sekitarnya

Seputarponorogo.com
Senin, 23 Februari 2026
Last Updated 2026-02-23T00:00:00Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp

Jadwal Imsakiyah Hari Ini, Senin 23 Februari 2026 Wilayah Ponorogo dan Sekitarnya-seputarponorogo.com

Seputarponorogo.com--Bagi umat Muslim di Ponorogo, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak adzan Subuh hingga Maghrib. Di balik suasana sahur di kampung-kampung, tadarus di masjid, hingga ngabuburit menanti bedug Maghrib, ada satu harapan besar: agar puasa yang dijalani benar-benar diterima Allah SWT. Sebab, puasa termasuk ibadah yang berat dan penuh ujian, bukan hanya secara fisik tetapi juga batin.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026
Untuk Wilayah Ponorogo dan Sekitarnya
Hari Ini

Puasa mengajarkan kejujuran. Saat tak ada yang melihat, seseorang tetap menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Inilah keistimewaan puasa—pahalanya sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah. Karena itu, umat Islam patut khawatir jika puasanya hanya menyisakan rasa lapar dan haus tanpa nilai di sisi-Nya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain dahaga dan lapar (HR. Ibnu Majah). Peringatan ini seharusnya menggugah hati kita. Bisa jadi tanpa disadari, kitalah yang termasuk di dalamnya jika puasa tidak dibarengi dengan penjagaan lisan, hati, dan perbuatan.

Tanda Puasa Ramadhan Diterima

Para ulama memberikan sejumlah indikator tentang tanda diterimanya puasa. Salah satunya dijelaskan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma'arif. Beliau menyebutkan bahwa salah satu tanda diterimanya puasa Ramadhan adalah adanya amal saleh yang berlanjut setelahnya.

1. Melanjutkan Puasa di Bulan Syawal

Tanda pertama adalah terbiasa melanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri. Puasa ini memiliki keutamaan besar, yakni seperti berpuasa setahun penuh. Namun lebih dari itu, kesinambungan ibadah menjadi isyarat bahwa Ramadhan benar-benar membekas dalam jiwa seorang Muslim.

Ibnu Rajab menjelaskan, apabila Allah menerima suatu amal seorang hamba, maka Dia akan memberinya taufik untuk melakukan amal saleh berikutnya. Artinya, konsistensi dalam ibadah setelah Ramadhan menjadi indikator kuat diterimanya puasa. Sebaliknya, jika setelah Ramadhan seseorang kembali pada kebiasaan buruk, hal ini patut menjadi bahan muhasabah.

Bagi masyarakat Ponorogo yang dikenal religius dengan tradisi pengajian dan majelis taklim, menjaga ritme ibadah pasca-Ramadhan menjadi tantangan tersendiri. Semangat Ramadhan seharusnya tidak padam setelah gema takbir usai.

2. Berkomitmen Tidak Mengulangi Maksiat

Tanda kedua adalah adanya tekad kuat untuk meninggalkan maksiat. Puasa sejatinya melatih pengendalian diri. Jika setelah Ramadhan hati masih condong pada perbuatan dosa dan bahkan merencanakannya, maka itu menjadi sinyal bahaya bagi kualitas puasa.

Ibnu Rajab menegaskan, orang yang beristighfar dengan lisan tetapi hatinya masih terikat pada maksiat serta berniat mengulanginya, maka puasanya terancam tertolak. Inti dari tobat adalah penyesalan yang tulus dan komitmen untuk tidak kembali pada dosa.

Refleksi untuk Umat Muslim

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan diri. Jika setelahnya shalat semakin terjaga, lisan lebih santun, dan hati lebih lembut, maka itu pertanda kebaikan yang patut disyukuri.

Pada akhirnya, diterima atau tidaknya puasa tetap menjadi rahasia Allah SWT. Namun dua tanda di atas dapat menjadi cermin evaluasi diri. Semoga puasa Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya benar-benar diterima serta membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.



Reporter: N/A
Editor: N/A

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini