![]() |
| Pembukaan Ramadhan Ceria 2026 oleh Kepala SMPN 4 Ponorogo |
PONOROGO – Suasana SMPN 4 Ponorogo tampak berbeda pada Senin pagi (23/02/2026). Ratusan siswa kelas 8 dan 9 berkumpul dengan antusiasme tinggi menyambut pembukaan program "Ramadan Ceria 2026". Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi strategis antara SMPN 4 Ponorogo dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo guna memperkuat karakter religius generasi muda.
Sebanyak 16 kelas, dengan total estimasi 512 siswa,para siswa terlibat langsung dalam pendampingan intensif selama tiga hari SMPN 04 Ponorogo pada 23–25 Februari 2026. Mengusung tema “Membentuk Pribadi Beriman, Berakhlak, dan Berilmu”, kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Istimewanya acara diawali dengan Motivasi dan Penguatan Karakter generasi muda sebagai wujud Muhasabah ( instrospeksi diri) untuk mengevaluasi ibadah, perilaku dan ketaatan kepada orang tua guna memperbaiki kualitas diri oleh Septian Adi Nugraha seorang motivator danpemuda inspiratif dari lembaga Yatim Mandiri.
![]() |
| Sambutan dari perwakilan Prodi PAI FTIK UIN Kyai Ageng Muhammad Besari |
Winarti, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMPN 4 Ponorogo secara resmi membuka kegiatan Ramadhan yang melibatkan 16 kelas dari jenjang kelas 8 dan 9. Dalam sambutan pembukanya, ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa dari UIN bukan sekadar pendampingan administratif, melainkan jembatan bagi para siswa untuk memperdalam ilmu agama selama tiga hari ke depan. Sebanyak kurang lebih 512 siswa didorong untuk memanfaatkan momentum bulan suci ini dengan proaktif berdiskusi dan menggali pemahaman spiritual yang belum mereka kuasai kepada para mentor mahasiswa.
Ia juga menitipkan pesan mendalam agar para siswa tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau sekadar tidur. Sebaliknya, Winarti mengajak seluruh anak didiknya untuk meningkatkan intensitas tadarus Al-Qur'an dan memperbaiki kualitas salat sebagai bentuk pengamalan ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Dengan kolaborasi antara pihak sekolah dan tim dari UIN, diharapkan kegiatan ini mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketakwaan yang kokoh dan manfaat yang luas bagi sesama, " pungkasnya.
![]() |
| Salah satu pemateri mengajarkan kepada para siswa-siswi SMPN 4 Ponorogo |
Ketua Prodi PAI, Dr. Ahmad Sulton, M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi akademik antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun karakter religius peserta didik. Menurutnya, Ramadan Ceria menjadi ruang kolaboratif produktif bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.
Kolaborasi ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta akhlakul karimah siswa.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan kajian keislaman, tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, serta pembinaan karakter Islami yang dikemas secara interaktif. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan.
Melalui Program Ramadhan Ceria 2026 ini, Prodi PAI FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis sekolah dalam membangun generasi religius, berkarakter, dan berdaya saing.
![]() |
| Motivator yang dihadirkan memberi suntikan semangat dan wawasan kepada peserta pondok Ramadhan |
Sementara itu Septian Adi Nugroho sebagai pembicara sekaligus motivator pada Ramadhan Ceria SMPN 4 ponorogo menyampaikan bahwa Golongan Orang yang Gagal Manfaatkan Ramadan.
Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan bulan Ramadan. Bulan suci ini adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, tahukah kamu bahwa ada 5 golongan orang yang gagal memanfaatkan bulan suci ini?
Pertama adalah mereka yang menganggap Ramadan sebagai bulan biasa saja. Mereka tidak memiliki semangat atau antusiasme untuk meningkatkan ibadah dan amal sholeh. Mereka hanya menjalani puasa sebagai rutinitas tahunan tanpa makna yang mendalam.
![]() |
| Antusias para siswa-siswi SMPN 4 Ponorogo mengikuti program pondok Ramadhan di sekolah |
Kedua mereka yang hanya baik di bulan Ramadan. Mereka meningkatkan ibadah dan amal sholeh hanya di bulan ini, tetapi setelah Ramadan berakhir, mereka kembali ke kebiasaan lama. Mereka lupa bahwa kebaikan seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ketiga,mereka yang hanya merasakan lapar dan lelah di bulan Ramadan. Mereka tidak memanfaatkan waktu untuk beribadah, berdzikir, atau melakukan amal sholeh. Mereka hanya fokus pada rasa lapar dan lelah, sehingga tidak mendapatkan manfaat spiritual dari puasa.
Yang keempat mereka yang tidak memaksimalkan waktu di bulan Ramadan. Mereka memiliki kesempatan untuk beribadah, berdzikir, dan melakukan amal sholeh, tetapi mereka tidak memanfaatkannya. Mereka membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa-apa.
![]() |
| Sholat berjamaah di acara Ramadhan Ceria 2026 |
Dan yang terakhir mereka yang tetap bermaksiat di bulan Ramadan. Mereka tidak memanfaatkan kesempatan untuk meninggalkan dosa-dosa dan memperbaiki diri. Mereka terus melakukan perbuatan yang tidak baik, bahkan di bulan yang suci ini.
Jangan jadi salah satu dari mereka! Manfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan jadikan bulan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
"Kita harus ingat bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah, pintu kebaikan dibuka selebar-lebarnya, dan pintu neraka ditutup rapat-rapatnya. Jangan biarkan setan menghasut kita untuk melakukan maksiat. Kita harus waspada dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, "pungkasnya.
Reporter: Muchtar Azhari
Editor: Sugeng Prasetyo






