Iklan

📢 Pasang Iklan Disini

Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo Resmi Soft Opening, Kado Spesial Satu Abad NU

Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026
Last Updated 2026-02-01T03:34:53Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan di Sini
Jangkauan luas, harga terjangkau
📲 Hubungi via WhatsApp

Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo Resmi Soft Opening, Kado Spesial Satu Abad NU


Seputarponorogo.com, Ponorogo—Pembangunan Gedung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo akhirnya mencapai tahap penting. Sesuai dengan rencana, soft opening gedung tujuh lantai tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 2026. Momentum ini menjadi kado istimewa bagi keluarga besar NU, khususnya di Kabupaten Ponorogo.

Direktur RSU Muslimat Ponorogo, dr Andi Nurdiana, mengatakan penamaan Gedung Gus Dur memiliki nilai sejarah yang kuat. Nama KH Abdurrahman Wahid dipilih bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghormatan atas jasa besar beliau terhadap perjalanan awal RSU Muslimat Ponorogo.

Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1986, RSU Muslimat masih berbentuk Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Saat itu, peresmian fasilitas kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Gus Dur yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Ini adalah bentuk penghormatan atas jasa Gus Dur, ulama kharismatik NU sekaligus Presiden ke-4 Republik Indonesia, yang dikenal sebagai Bapak Pluralisme dengan komitmen kuat terhadap demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar dr Andi, Minggu (31/1/2026).

Menurut dr Andi, keberadaan Gedung Gus Dur diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Gedung baru ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di RSU Muslimat yang selama ini menjadi salah satu rujukan utama warga.

“Dengan tambahan gedung ini, layanan kesehatan semakin berkembang. Ada penambahan ruang poli, lebih banyak dokter spesialis, hingga layanan cuci darah. Harapannya, masyarakat Ponorogo tidak perlu lagi berobat ke luar daerah,” jelasnya.

Penyelesaian pembangunan Gedung Gus Dur memang telah ditargetkan sejak awal agar rampung bertepatan dengan peringatan 100 tahun NU. Salah satu tonggak penting ditandai dengan pelaksanaan topping off ceremony pada 14 Mei 2025.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Rais Syuriyah PBNU Prof. M. Nuh. Topping off ceremony menandai rampungnya struktur utama bangunan sebelum dilanjutkan ke tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Ketua PCNU Ponorogo, KH Idham Mustofa, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Gus Dur merupakan hasil kolaborasi yang solid antara PCNU Ponorogo dan PC Muslimat NU. Menurutnya, RSU Muslimat adalah aset bersama yang dibangun atas dasar kebersamaan dan semangat khidmat jam’iyah.

“Rumah sakit ini milik bersama. Owner-nya PCNU Ponorogo dan PC Muslimat NU. Ini contoh kebersamaan dan kerja sama yang baik, diikat oleh keinginan yang sama untuk membesarkan jam’iyah kita tercinta,” ungkapnya.

KH Idham menilai soft opening Gedung Gus Dur bukan sekadar seremoni. Ia menyebut momen ini sebagai puncak dari perjalanan panjang pengabdian dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.

“Ini adalah puncak dari khidmat perjuangan. Banyak tenaga, pikiran, dan doa yang tercurah agar pembangunan gedung ini bisa selesai tepat waktu,” tuturnya.

Sementara itu, Jamus Kunto Purnomo, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gus Dur, mengaku lega karena soft opening dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah direncanakan sejak awal.

“Tanggal 31 Januari sudah lama kami tandai di kalender. Kami mendapat amanah menyelesaikan pembangunan gedung ini tepat dengan peringatan 100 tahun NU versi Masehi,” katanya.

Dari sisi teknis, Gedung Gus Dur termasuk kategori high rise building karena memiliki tujuh lantai dengan ketinggian bangunan lebih dari 23 meter. Pemanfaatan ruang dirancang secara fungsional dan efisien.

Lantai satu hingga lantai tiga difungsikan sebagai area parkir kendaraan. Sementara lantai empat hingga lantai tujuh digunakan sebagai ruang rawat inap dengan total kapasitas 64 tempat tidur pasien.

Dengan hadirnya Gedung KH Abdurrahman Wahid, RSU Muslimat Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran gedung ini diharapkan menjadi simbol pengabdian NU di bidang kesehatan yang terus berlanjut hingga abad kedua.



Reporter: N/A
Editor: N/A

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Hari Jadi Ponorogo

📢 Pasang Iklan Disini