
Seputarponorogo.com, PONOROGO – Dokter gigi David Andreasmito (DA) tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (28/1/2026). Ia dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan suap jabatan, suap proyek, dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko.
Pemeriksaan sedianya berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Namun hingga waktu yang telah ditentukan, David tidak hadir dan tidak menyampaikan keterangan alasan ketidakhadirannya.
“Atas nama, DA Dokter. Saksi tidak hadir,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan penelusuran, David Andreasmito diketahui menjabat sebagai Pembina DPD GRIB Jaya Jawa Timur. KPK pun mengingatkan agar yang bersangkutan bersikap kooperatif dalam proses penyidikan.
Penyidik memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan. Keterangan saksi dinilai penting untuk memperkuat alat bukti dalam perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani.
“KPK mengimbau agar saksi kooperatif memenuhi panggilan penyidik, karena keterangannya dibutuhkan untuk memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan,” tegas Budi.
Seperti diketahui, Sugiri Sancoko terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). Sehari berselang, Sabtu (8/11/2025), KPK menetapkannya sebagai tersangka setelah perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
Dalam kasus tersebut, Sugiri diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp2,6 miliar. Uang itu berasal dari tiga klaster perkara, yakni Rp900 juta dari dugaan jual beli jabatan, Rp1,4 miliar fee proyek pembangunan RSUD dr. Harjono, serta Rp300 juta gratifikasi.
Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain, yakni Sekda Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Harjono Yunus Mahatma, serta Sucipto selaku pihak rekanan proyek rumah sakit.
Penyidikan KPK tidak berhenti pada proyek RSUD. Lembaga antirasuah tersebut juga mendalami dugaan penyimpangan pada proyek lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, termasuk pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP). Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ponorogo, Judha, telah diperiksa, dan kantor dinas terkait sebelumnya juga sempat digeledah.

