Prayitno Terpilih Kembali, Nahkodai PGRI Ponorogo 2020 -2025

Ponorogo – Prayitno, kembali nahkodai PGRI Ponorogo setelah terpilih kembali dalam pemilihan langsung pada Konferensi Kabupaten  (Konkab) PGRI Ponorogo. Konkab PGRI Ponorogo berlangsung selama dua hari di Gedung baru "Graha Dwija" PGRI Ponorogo pada Jumat-Sabtu (11-12/09).

Pemilihan berlangsung secara demokratis. Kandidat Bacalon yang akan menduduki jabatan ketua sempat mengerucut pada 3 nama. Dengan hasil akhir, Prayitno, mendapat suara terbanyak 282 suara bersaing ketat dengan Bambang Supriyadi 267 suara selanjutnya menyusul nama Dr. H. Sumani mendapat 148 suara.
Ketua Panitia Pemilihan, Sukarsono mengatakan bahwa semua pengurus PGRI mempunyai kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan pengurus PGRI kabupaten. “Kandidat bakal calon kita peroleh dengan sistem penjaringan, semua cabang mengirimkan bakal calon. Di Kabupaten Ponorogo memiliki 23 cabang PGRI yaitu 21 cabang (kecamatan) dan 2 cabang khusus (dinas pendidikan dan kementerian agama),” ungkapnya.

Masih menurutnya, pemilih yang memiliki hak suara sebanyak 687 kartu suara, namun karena masa pandemi pemilihan kali ini setiap cabang hanya diwakili oleh 3 orang.  “Pemilihan dilakukan secara demokratis, dalam pelaksanaannya proses pemilihan kita bagi dalam 4 TPS, pemilih menentukan langsung pilihannya pada kartu suara yang telah kita siapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Drs. Hariyadi, M.Pd, Wakil Ketua PGRI Jatim yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa Konkab merupakan agenda rutin 5 tahunan untuk memilih kepengurusan masa bhakti 2020 -2025. “Yaitu memilih ketua, wakil ketua dan sekretaris,” terangnya.

Masih menurutnya, dengan digelarnya agenda 5 tahunan ini diharapkan terpilih pengurus baru yang lebih solid dan program PGRI ke depan bisa berjalan lancar sesuai jati diri PGRI. “Sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan ketenagakerjaan yang memiliki sifat unitaristik, independent dan non partisan,” jelasnya.
Terpisah usai penetapan hasil penghitungan suara, Prayitno, Ketua PGRI Ponorogo terpilih mengaku perasaannya biasa-biasa saja karena bukan jabatan finansial melainkan jabatan murni perjuangan. “Dan saya tetap komitmen dengan perjuangan dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas guru jadi prioritas utama,” jelasnya.

Beberapa program yang akan dilakukan dimasa kepemimpinannya periode kedua yaitu memperjuangkan nasib  Guru Tidak Tetap (GTT). “Diantaranya memperjuagkan GTT yang sudah mengabdi 5, 8 bahkan 10 tahun tetapi belum mendapat kesejahteraan semestinya, sarana prasarana kantor gedung PGRI yang belum lengkap serta tetap menjalin kemitraan melalui koordinasi dengan siapapun baik pemerintah, dinas pendidikan juga instansi terkait,”ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan capaian 2015-2020 yang telah ia lakukan. “Selama ini mencatat rekor bagus diantaranya penghargaan tata kelola terbaik untuk managemen organisasi, GTT/PTT mendapat Surat Perintah Tugas (SPT) dari Bupati sebagai kekuatan legal mengajar disuatu lembaga yang bisa digunakan sebagai syarat untuk PLPG dan sertifikasi, Semua GTT/ PTT Kabupaten Ponorogo mendapat insentif serta mewujudkan Gedung Mewah Megah sebagai ikon PGRI Ponorogo,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua PGRI Jawa Timur, Drs. Hariyadi, M.Pd, Sekretaris Umum PGRI Jawa Timur, Drs. Sudarmaji, M.Si, Semua Pengurus PGRI Kabupaten serta perwakilan pengurus cabang se-kabupaten Ponorogo.

Related

UTAMA 4918456619481480349

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

item