Bupati Ipong; Perbedaan Hasil Swab RS Tulungagung dan RS Surabaya, Akan Lakukan Swab lagi


Ponorogo – Perbedaan hasil swab Laboratorium Mikrobiologi Klinik  RSUD dr. Ishak Tulung Agung dan RSUD dr. Sutomo Surabaya membuat ramai perbincangan di jagat maya. Bahkan atas perbedaan tersebut ada seorang warga yang melapor ke pihak kepolisian.
Tak dipungkiri, perbedaan hasil swab tersebut diakui oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni, dengan mengatakan bahwa hasil swab dari kedua rumah sakit itu semuanya benar dan sah, Selasa, (15/09).
Bupati Ipong menceritakan kronologi awal adanya perbedaan hasil swab tersebut. “Bermula dari seorang anggota dewan yang dinyatakan positif covid-19 yaitu pasien Nomor 301,” sebutnya.
Berawal dari seorang Pasien itu, Dirinya mengambil keputusan untuk melakukan tracking, menutup kantor DPRD (lockdown) dan isolasi seluruh anggota dprd beserta staffnya. “Tracking, nama-nama yang berhubungan erat dengan (pasien) bersangkutan, khusus di internal DPRD ketemu 28 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, swab telah dilakukan 2 kali, swab pertama 10 orang di RS Tulungagung dan swab kedua 28 orang di RS Surabaya (termasuk 10 orang yang di-swab sebelumnya). “Karena waktu itu saya mau rapat dengan 10 orang, saya minta kepada dinkes untuk men-swab 10 orang terlebih dahulu yang mau rapat dengan saya, maka dilakukan swab di RS Tulungagung. Setelah itu saya minta di-swab lagi kepada 28 orang termasuk yang 10 orang tadi untuk dikirim ke RS dr Sutomo Surabaya,” rincinya.
Lebih lanjut, Bupati Ipong membenarkan hasil tes swab RS Tulung Agung 9 orang dinyatakan positif dan juga membenarkan hasil lab dari Surabaya yang menyatakan semua negatif, itu juga sah. “Langkah saya berikutnya, akan kami lakukan swab lagi. Kalau tidak hari ini, besuk. Swab ketiga ini saya kirim ke Tulungagung juga. Tunggulah sabar,” pungkasnya. (eh)

Related

UTAMA 814581129392549463

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

Semua

item