28 Orang Terjaring Operasi Yustisi, Dikenai Sanksi Denda 50.000 dan Denda Sosial "Menyanyikan Lagu Indonesia Raya"


Ponorogo - Operasi Yustisi dilakukan personil gabungan TNI - Polri, Satpol PP dan BPBD Ponorogo di Depan Kantor Kecamatan Babadan, Jalan Raya Ponorogo - Madiun, Kamis, (17/09).

Sebanyak 28 orang terjaring dalam operasi yustisi tersebut dan langsung menjalani sidang di tempat yang dipimpin oleh Hakim PN Tri Mulyanto. "Sebanyak 24 orang tidak memakai masker dikenai denda 50.000 dan 4 orang dikenai sanksi sosial berupa menyanyikan lagu indonesia raya," ungkap Kasat Sabhara, AKP Edy.

Menurutnya, operasi yustisi tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Ponorogo 109/ 2020 tentang penegakan hukum protokol kesehatan. "Siapa saja yang terjaring dalam operasi ini, kalau memang terbukti tidak memakai masker akan disidang langsung dan didenda sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap dengan kegiatan operasi yustisi ini masyarakat sadar betapa pentingnya penggunaan masker dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. "Dari Operasi yang kita laksanakan di Jalur Besar Kota ini merupakan suatu bentuk bantuan kita kepada pemerintah guna menghentikan penyebaran covid-19," pungkasnya.


Selaku penanggung jawab kegiatan, Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Aziz. Tim gabungan Operasi Yustisi dihadiri Dandim 0802/Ponorogo diwakili Pasi Pers Kodim Kapten Inf. Sukirno., Kapolres Ponorogo diwakili Oleh Kasat Sabhara, AKP Edi Suyono SE., Danramil Babadan, Kapten Arm Heri Susanto, Kapolsek Babadan Iptu Yudhi Kristiawan, Ketua Pengadilan Negeri Ponorogo diwakili oleh Tri Mulyanto SH.MH, Camat Babadan Suseno, S. Sos. MM., Kasatpol Satpol PP Drs. Suko Kartono MM., Personil Kodim 0802/ Ponorogo., Personel Polres Ponorogo., Personel Satpol PP dan juga Personel BPBD Ponorogo. (ver/eh)

Related

REGIONAL 1866395330739027291

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

Semua

item