SeputarPo

Unik! Home Stay Panembahan Widoro Kandhang Milik Joko AE

Pemandangan foto dari depan home stay "Panembahan Widoro Kandhang", milik Joko AE

BABADAN, BARENG– Suasana alamiah penuh keunikan kental mewarnai sebuah home stay di Desa Bareng, Kecamatan Babadan yang didirikan oleh seniman Joko Setyono atau yang lebih akrab dikenal Joko AE. Hati terasa nyaman, saat orang bertandang ke sana.

Home stay “Panembahan Widoro Kandang” sengaja oleh pimpinan group musik “Santri Mbeling” ini dikonsep sedemikian rupa dengan dihias benda-benda unik, baik di dalam maupun di luarnya. Ketika mau masuk, keunikan sudah terasa, dengan berdirinya patung pahatan kayu tokoh Semar di gerbang pintu utama.

Setelah masuk di halaman rumah ada sebuah kandhang kuno (bekas kandhang hewan piaraan, baca: sapi) dengan di tengahnya berdiri pohon Widoro. Inilah yang menginspirasi Joko AE untuk memberi nama home stay-nya “Panembahan Widoro Kandhang”. “Sebuah kandhang yang di dalamnya ada pohon widoronya,” kata Joko AE kepada wartawan media ini.

Tidak hanya sebuah kandhang saja, di kanan pintu masuk pun didirikan sebuah angkringan (khas Solo) yang siap memanjakan para tamu berkunjung dengan minuman khas orang desa, seperti: sego gegok, temu lawak, parem kunir, jahe, wedhang uwuh.
Joko AE, pemilik home stay "Panembahan Widoro Kandhang"

“Seperti suguhan pada malam ini bertepatan hari pendidikan nasional dan di tengah situasi Corona, saya sengaja mengundang teman-teman untuk datang dalam acara khataman Al-Qur'an. Di situ banyak minuman tradisional yang sehat. Ada wedhang uwuh, jahe, kunir, temu lawak dan sejenisnya,” ujarnya.

Cerita Joko AE, Panembahan Widoro Khandang sendiri sudah 4 tahun didirikan. Dikonsep ala tradisional secara pelan-pelan. Sebab untuk mendapatkan sebuah barang-barang antik tidak semudah membalik tangan. “Sedikit demi sedikit saya kumpulkan benda-benda antik itu, lama-lama menjadi bukit (banyak),” ungkapnya.

Setelah di halaman kita disuguhi hamparan benda-benda antik kuno, masuk di rumah utama pun demikian. Tak kalah antik dan banyak. Ada koper-koper kuno bekas yang dipakai pejabat zaman dulu, jika mau kerja ke kantor. Hamparan kayu berukir (baca: bomo) pun menghias. Ditambah beberapa pusaka yang menjadikan komplit koleksi barang-barang antik yang ada.
Barang-barang antik koleksi Joko AE di rumah utama

“Saya punya strategi untuk bisa mendapatkan penambahan benda-benda kuno antik. Setiap teman yang datang, saya minta untuk membawa barang antik apapun. Saya suruh menaruh atau mencantolkan dimanapun suka. Setelah itu, saya ganti dengan uang. Mulai Rp 50 ribu sampai ratusan,” tandas Joko AE menutup perbincangan senja itu. *
(Pras/Yud)

Related

WISATA 1606444476774012377

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

Semua

item