SeputarPo

YKP Minta Pemberitaan Media Jangan Bias


SURABAYA - Dua puluhan jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur, baik media konvensional atau daring menghadiri undangan dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) yang berpusat di Jakarta, Rabu - Jum'at  tanggal 11 - 13 Maret 2020. Kegiatan kali ini ditempatkan di Hotel Santika Premier, Jalan Gubeng Kota Surabaya.

Di hari pertama Rabu, 11 Maret 2020 peserta value clarification (VCat) mendapatkan beberapa materi, yaitu: (1) kesehatan reproduksi, (2) hak kesehatan seksual dan reproduksi, (3) seks, seksualitas dan gender. Dua pemateri yang menyampaikan adalah Zumrotil, salah satu pendiri Yayasan Kesehatan Perempuan, Herna Lestari Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan.

Herna Lestari memaparkan, pentingnya perempuan dalam keadaan sehat reproduksinya. Artinya, berada dalam keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial (tidak sekedar terbebas dari penyakit). Makanya, perempuan perlu memperhatikan kebersihan organ reproduksinya.

Dalam kegiatan ini, sengaja YKP menggandeng jurnalis, kata Herna, karena media memiliki potensi dan peran besar membantu mengatasi masalah reproduksi. Dengan media, sesuatu bisa menjadi heboh atau viral. Karena itu, ia meminta kepada rekan-rekan media untuk bersikap benar terhadap pemberitaan terkait perempuan dan juga anak.

Dia memberi contoh, dalam kasus aborsi mengapa hanya perempuan saja yang disudutkan dan disalahkan. Hampir tidak pernah ada pemberitaan dalam yang menulis mengapa perempuan tersebut bisa aborsi?

Sementara itu aktifis Yayasan Kesehatan Perempuan Zumrotil, juga meminta di hadapan para jurnalis agar dalam pemberitaan menyangkut perempuan jangan bias. Dalam kasus aborsi, pemberitaan jangan sepihak, angkat yang obyektif.  "Lihat siapa yang menghamili?," celetuknya.

Zumrotil mengungkapkan, contoh aborsi korban perkosaan oleh keluarga dekatnya sendiri (bapak kandung, keponakan, dan lainnya). Maka, aborsi diperbolehkan. "Aborsi boleh dalam UU, kecuali dengan alasan kedaruratan medis atau korban perkosaan," ucapnya. *
REPORTER SUGENG PRASETYO

Related

SOSIAL 8524405223973607026

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

Semua

item