SeputarPo

Polisi Gerebeg Rumah Pengedar Pil Koplo


Ponorogo - Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran Pil Koplo. Jajaran Polsek Sawoo melakukan penggrebekan rumah di Dukuh Karangjati, RT 01/02, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo pada Kamis, (23/ 01) sekira pukul 01.00 wib.

Alhasil, Muhammad Yakub Rifa'ani (20), Warga Dukuh Karangjati, RT 01/02, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo berhasil diamankan Polisi karena kedapatan menyimpan Pil dobel L sebanyak 55 (lima puluh lima) butir.

Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono mengungkapkan aksi penggerebekan itu berawal pada Rabu, (22/01) sekira jam 16.00 Wib, Polsek sawoo mendapat informasi yang meresahkan masyarakat bahwa di desa Grogol sering di jadikan transaksi / peredaran Pil dobel L.

"Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan dan mendapatkan keterangan kalau di desa Grogol tersebut memang ada seseorang yang menjadi pengedar Pil dobel L," katanya.

Lebih lanjut, Petugas melakukan penyamaran dan juga penyanggongan di salah satu rumah orang yang dicurigai sebagai pengedar pil tersebut. Setelah mendapat informasi akurat, sekitar pukul 01.00 Wib petugas melakukan penggrebekan.

"Hasil penggledahan di rumah tersebut diperoleh barang bukti disimpan pelaku berupa Pil dobel L sebanyak 55 (lima puluh lima) butir yang dikemas di dalam plastik bening dan dimasukan ke dalam Karburator sepeda motor untuk mengkelabuhi petugas dan juga uang tunai sebesar Rp. 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) hasil penjualan pil dobel L tersebut," terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek Sawoo untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

"Barang bukti yang berhasil diamankan 10 (sepuluh) butir Pil dobel L yang di simpan didalam bungkus rokok Red Boll beserta Uang Tunai sejumlah Rp. 30.000.- (tiga puluh  ribu rupiah) hasil penjualan Pil dobel L serta 55 (lima puluh lima) butir Pil dobel L yang dikemas di plastik bening dan dimasukan ke dalam karburator sepeda motor," rincinya.

Tersangka dijerat dengan Tindak Pidana Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan. "Setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu," pungkasnya. (han)

Related

PERISTIWA 1829253253714044928

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

Semua

item