Korban Penganiayaan dan Pembakaran Motor Dapat Pengawalan LBH Karang Taruna Kabupaten Ponorogo

Korban didampingi orang tua mengadu ke Ketua LBH Karang Taruna Kabupaten Ponorogo dan tersangka diamankan jajaran Polres Ponorogo. (Foto : cholis)  
PONOROGO - Peristiwa penganiayaan terhadap Basam Amrulloh (16 th)  warga RT.  002, RW.  002, Dukuh Sombro,  Desa Sooko,  Kecamatan Sooko,  Kabupaten Ponorogo mendapat atensi dari berbagai pihak. Selain penganiayaan terhadap Basam Amrulloh, para pelaku juga membakar sepeda motor korban.



Pengawalan secara khusus dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Karang Taruna Kabupaten Ponorogo. Menurut Ketua LBH Karang Taruna Kabupaten Ponorogo,  Ari Hersowianudin atau biasa disapa Ari Bilowo,  pihaknya akan mngawal proses hukum baik di Kepolisian dan Kejaksaan supaya keadilan bagi korban sesuai prinsip keadilan. "Korban sebagai masyarakat kecil benar-benar harus mendapat keadilan sesuai fakta dan alat bukti dalam persidangan nanti," terang Ari Bilowo, Sabtu (25/1/2020).


Bilowo juga yakin Polisi dan Jaksa akan bekerja profesional walaupun santer terdengar ada isu bahwa orang tua dari salah satu tersangka adalah pegiat salah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Ponorogo sekaligus dikenal sebagai  tokoh masyarakat. "Hukum harus ditegakkan kepada siapapun,  jangan pandang bulu," tandasnya.


Terpisah, Wakapolres Ponorogo, Kompol Indah Wahyuni saat jumpa pers menjelaskan bahwa saat ini Polres Ponorogo sudah menahan para tersangka pelaku tindak pidana penganiayaan dan pembakaran sepeda motor, yaitu YAW (19 th) warga Desa Pulung, Kecamatan Pulung dan LMR (19 th) warga Desa Suru, Kecamatan Sooko serta  PBF (17 th) warga Desa Suru Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.


Lebih lanjut dia mengatakan para tersangka diamankan karena melakukan tindak pidana penganiayaan yang di lakukan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 (2) ke 1e kuhp jo pasal 80 (2) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Pihaknya menambahkan, akibat dari kejadian tersebut korban menderita sakit sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan mengalami kerugian materiil sekitar Rp.3.500.000, akibat dibakarnya sepeda motor korban. Berdasarkan alat bukti yang cukup, petugas mengamankan kedua pelaku YAW Dan LMR.


Sedangkan untuk pelaku PBF tidak dilakukan penahanan karena masih berstatus pelajar dan tergolong anak di bawah umur. "Selain mengamankan pelaku petugas turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Kharisma warna hitam silver bernopol L 2629 CU yang bekas terbakar, 1 buah jaket bolak balik warna hitam dan merah yang bagian dada warna hitam sebelah kiri ada simbol 'DG' dengan ukuran L, 1 buah batu seukuran kepala orang dewasa, 1 buah batu seukuran kepalan tangan, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam bernopol AE 5810 WS dan 1 unit seda motor Honda Beat warna hitam strip kuning bernopol AE 4232 WQ," tukasnya.

Selanjutnya guna untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Ponorogo. (cholis) 

Related

PERISTIWA 8227917185165342551

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Populer

Terkini

item